KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan perkembangan signifikan menjelang akhir tahun 2025.
Berdasarkan sejumlah sumber resmi, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), aktivitas destinasi unggulan, hingga peningkatan konektivitas udara menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata di provinsi ini semakin bangkit.
Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra mencatat sepanjang 2025 terdapat 9,8 juta pergerakan wisnus yang berkunjung ke berbagai daerah di Sultra. Angka ini menunjukkan bahwa Sultra masih menjadi magnet bagi wisatawan domestik, terutama mereka yang ingin menikmati wisata bahari, kuliner, hingga budaya lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili, mengatakan tingginya angka kunjungan tersebut menjadi bukti kuat bahwa Sultra memiliki daya tarik pariwisata yang terus berkembang.
“Data terbaru menunjukkan pergerakan wisatawan mencapai 9,8 juta. Ini bukan angka kecil. Ini membuktikan bahwa pariwisata Sultra tetap diminati dan terus bertumbuh, meskipun kita masih menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya di Kendari, Senin (11/11/2025).
Dari total pergerakan wisatawan, Kota Kendari tercatat sebagai daerah dengan kunjungan tertinggi, yakni sekitar 2,8 juta perjalanan atau 28 persen. Wisata kuliner, ruang publik, dan pusat belanja menjadi daya tarik utama yang mendorong meningkatnya arus kunjungan.

Selain Kendari, beberapa daerah dengan kunjungan tinggi lainnya meliputi, Konawe Selatan 1,2 juta perjalanan, Konawe sekitar 1 juta perjalanan, Kolaka 727 ribu perjalanan dan Kota Baubau 650 ribu perjalanan.
Sementara itu, destinasi bahari seperti Wakatobi, Labengki–Sombori, Pulau Bokori, serta gugusan pulau di Buton Raya tetap menjadi pilihan favorit para wisatawan yang ingin menikmati aktivitas diving, snorkeling, dan petualangan alam.
Peningkatan akses transportasi turut menjadi faktor pendorong kebangkitan sektor pariwisata. Setelah beberapa tahun mengalami keterbatasan, penerbangan menuju Bandara Matahora Wakatobi kembali aktif sejak Oktober 2025.

Belli Harli Tombili menyebutkan bahwa pembukaan kembali jalur udara tersebut menjadi momentum penting bagi destinasi prioritas.
“Konektivitas udara ke destinasi unggulan seperti Wakatobi sangat krusial. Pembukaan kembali penerbangan akan mempercepat kebangkitan pariwisata bahari dan memudahkan wisatawan untuk menjangkau lokasi-lokasi terbaik di Sultra,” jelasnya.
Sementara itu, Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra menunjukkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Agustus 2025 mencapai 37,90 persen, naik 3,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski belum menyamai kondisi puncak sebelum pandemi, tren kenaikan tersebut menandai pemulihan sektor akomodasi.
Namun kunjungan wisatawan mancanegara masih cenderung rendah.
Pada pertengahan 2025, jumlah wisatawan asing yang masuk ke Sultra hanya sekitar 1,44 persen dari total kunjungan, dipengaruhi minimnya penerbangan internasional langsung.
Dengan stabilnya pergerakan wisnus, meningkatnya aktivitas destinasi, serta membaiknya akses transportasi, Dispar Sultra optimistis kunjungan wisata akan terus meningkat hingga libur Natal dan Tahun Baru.
“Kami tetap optimis. Yang terpenting adalah menjaga pelayanan, kebersihan, serta mempromosikan potensi kita secara konsisten. Pariwisata adalah wajah daerah, dan semua pihak punya peran di dalamnya,” tegas Belli Harli Tombili.











