Grafis : Muh. Ardiansyah Rahman

Calon Sekda Sultra Ini Dikabarkan Bayar Mahar Rp 500 Juta, KPK Diminta Bertindak

Iklan Nirna

Reporter : Rahmat R.

Editor : Def

KENDARI – Saat ini tiga besar calon Sekretaris daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah ditetapkan, yakni Nur Endang Abbas, Syafruddin dan Roni Yakub Laute. Namun dari tiga calon ini, Roni Yakub Laute disebut-sebut paling berpeluang menjadi Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sultra itu.

Apps Mediakendari

Karena informasi yang diperoleh menyebutkan jika Roni Yakub Laute sudah 99.9 persen untuk menduduki jabatan Sekda, dengan alasan dirinya dikabarkan telah membayar mahar sekitar Rp 500 juta demi menduduki kursi orang nomor 03 di Bumi Anoa.

Direktur Advokasi, Jaringan Advokasi Kebijakan Publik (JArrAK) Sultra, Sahrul menilai, berdasarkan informasi yang mereka rampung jika perekrutan Sekda tercium aroma persaingan yang tidak sehat. Dimana Roni Yakub Laute telah menyetor uang Rp 500 juta, dan informasi ini diperoleh dari orang terpercaya yang mendengar langsung pengakuan Roni Yakub Laute sendiri.

“Hasil penelusuran kami, benar adanya pernyataan transaksional kursi Sekda, dan yang bicara adalah Roni Yakub Laute,” kata Sahrul, Sabtu (16/03/2019) melalui rilisnya.

Melalui Sumber terpecaya yang mendengarkan secara langsung pernyataan Roni, dirinya mengungkapkan, bahwa pada tanggal 27 Februari lalu, Roni mengagendakan rapat penyambutan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Kendari. Namun, dalam rapat tersebut Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJP) Sekretariat Provinsi (Setprov) ini turut menyampaikan secara gamblang bahwa dirinya sudah 99.9 persen untuk menduduki jabatan Sekda Provinsi Sultra.

Baca Juga :

“Jabatan itu tidak ada yang gratis, saya sampai mengeluarkan uang 500 juta untuk mendapatkan jabatan Sekda,” kata Sahrul, menirukan ucapan Roni Yakub Laute.

Dalam rapat yang dihadiri seluruh pejabat struktural, lanjutnya, Roni membeberkan jika dirinya telah mengeluarkan dana Rp 500 juta untuk memuluskan perebutan kursi Sekda tersebut. Saat itu, Roni juga mengaku dari tiga calon Sekda yang ada, dirinya berada diatas angin, karena memiliki kedekatan dengan pejabat di KSN dan telah mengucurkan dana 500 juta untuk memuluskan kursi Sekda.

“Soal ke pejabat siapa dana Rp 500 juta diserahkan seperti yang dikatakan Roni, nanti KPK yang bertindak dan menelusurinya,” tegas mantan aktivis Makassar ini.

Untuk mengclearkan permasalahan ini, Sahrul mendesak KPK RI untuk memanggil Roni Yakub Laute terkait dengan setoran uang Rp 500 juta tersebut.

Jika uang tersebut memang diberikan kepada pejabat, untuk memuluskan kursi Sekda itu artinya Roni diduga melakukan penyuapan.

“Sumber kami ini menyebut Demi Allah Pak Roni benar menyampaikan sudah 99.9 persen menduduki jabatan Sekda bahkan telah mengeluarkan uang Rp 500 juta. Bahkan sumber itu bersedia dijunjungkan Al-Quran,” kata Sahrul menirukan sumber tersebut.

Roni Yakub Laute saat berusaha dikonfirmasi melalui telepon soal materi rapat dan pencalonannya sebagai Sekda, namun yang menjawab adalah istrinya. Istri Roni mengatakan, suaminya sedang keluar bersama Kepala Badan Intelejen Negara (Ka.BIN,Red) Sultra.

“Nanti saya sampaikan sama bapak, soalnya pulangnya bapak tidak menentu, kadang sampai subuh,” ujar istri Roni. (B)

Iklan HUT Konawe

error: Content is protected !!