Iklan Bombana
Wakil Rektor III UHO, Dr Nur Arafah. (Foto : Hendrik/Mediakendari.com

Demonstrasi Mahasiwa UHO di Kantor Gubernur Sultra Ricuh

Reporter : Hendrik B

Editor : Kang Upi

KENDARI – Ribuan mahaswa Universitas Halu Oleo (UHO) terlibat aksi baku hantam dengan aparat kepolisian di depan Kantor Gubernur Sultra, Senin (11/03/2019).

iklan hps

Para mahasiswa ini terlibat saling dorong dengan aparat keamanan di depan Gerbang Sisi Kiri Kantor Gubernur Sultra. Aksi kali ini merupakan buntut kericuhan yang sempat terjadi, Rabu (05/03/2019) lalu, dimana saat itu sejumlah mahasiswa turut jadi korban.

Kedatangan para mahasiswa ini sendiri usai mereka berdemonstrasi di Mapolda Sultra, menuntut pengusutan aksi kekerasan oleh oknum aparat kepolisian dan Satpol PP Pemprov Sultra, saat demonstrasi Minggu lalu.

Seusai berorasi di Halaman Mapolda Sultra, yang diterima sejumlah Pejabat Teras Polda Sultra, peserta aksi yang terdiri dari ribuan mahasiswa UHO dari sejumlah elemen Organisasi kemahasiswaan ini menyambangi Kantor Gubernur Sultra, untuk menyampaikan tuntutan pencopotan Kepala Satpol PP.

Namun sayangnya, saat para mahasiswa ini hendak masuk ke Kompleks Perkantoran Gubernur Sultra, polisi terlebih dahulu sudah memasang barikade dan menyiagakan dua kendaraan Water Canon untuk menghalau masa.

Baca Juga :

Merasa dihalangi untuk masuk ke dalam kawasan Kantor Gubernur, masa mahasiswa pun meringsek barikade kawat duri dan melempari barikade aparat kepolisian, yang dibalas dengan tembakan Water Canon dan gas air mata.

Aksi saling serang antara Polisi yang berusaha membubaran masa dan mahasiswa ini, sempat terhenti sesaat setelah Wakil Rektor III UHO, Dr. Nur Arafah datang dan berorasi untuk menenangkan masa aksi.

Namun kedatangan WR III UHO ini tidak bisa membendung pergerakan masa yang masih terus menuntut untuk masuk. Akhirnya, bentrokan kembali pun tidak terelakan.

Kepulan asap putih dari tembakan gas air mata mengepul dari kerumunan masa yang masih terkonsentrasi di Gerbang Sisi Kiri Kantor Gubernur Sultra.

Hingga berita ini diturunkan, aksi saling serang antara aparat kepolisian dan mahasiswa masih terjadi. Melakukan pengamanan aksi ini, ribuan aparat keamanan dari kepolisian dengan dilengkapi pelindung tubuh dan tameng masih bersiaga. (B)

Iklan BLUD Konawe
error: Content is protected !!