Basarnas kendari saat mengevakuasi korban hilang, Rabu (27/2/209) ini merupakan skenario latihan potensi SAR Foto : Basarnas for mediakendari.com

Empat Pencari Kayu Bakar Hilang, Ini Skenario Latihan Potensi SAR 2019

Editor : Taya

KENDARI – Sebanyak empat warga Dusun Amarilis, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari hingga kini belum juga kembali ke rumahnya, setelah mereka pergi mencari kayu bakar di hutan sejak Selasa (26/2/2019). Mereka adalah Lakupa (55), Pondui (53), Sauke (45) dan Ege (37).

Berdasarkan laporan yang diterima Communication Centre Basarnas Kendari, keempat korban yang berjenis kelamin laki-laki ini, biasa pergi ke hutan pukul 14.00 WITA dan kembali pada pukul 18.00 WITA. Namun hingga saat ini mereka tak kunjung pulang ke rumah. Pihak kepolisian bersama warga juga telah melakukan pencarian korban pada pukul 20:00 WITA, tetapi hasilnya masih nihil. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut , Basarnas Kendari memberangkatkan empat Tim SAR untuk memberikan bantuan pencarian dengan teknik Explorer Search and Rescue (E-SAR).

Pada pukul 10.40 WITA, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban bernama Pondui dalam keadaan kondisi fisik yang sudah lemas. Korban selanjutnya dievakuasi ke posko. Setelah lima menit kemudian tepatnya pada pukul 10.45 WITA ditemukan korban bernama Ege. Selanjutnya pada pukul 11.10 WITA Tim SAR kembali menemukan Lakupa dalam keadaan selamat, namun mengalami cedera pada lengan kanan atas.

Dengan demikian sisa satu korban yang belum ditemukan yakni Sauke. Pencarian berlanjut hingga pukul 11.15 WITA dan menemukan korban dalam kondisi fisik yang sudah lemas. Mereka selanjutnya dievakuasi menuju posko . Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan empat buah ambulance untuk mendapatkan penanganan medis.

Dengan ditemukannya semua korban, operasi SAR terhadap empat orang hilang di hutan dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Rangkaian peristiwa di atas merupakan skenario latihan Potensi SAR 2019 oleh Basarnas Kendari. Kepala Basarnas Kendari, DJunaidi dalam rilis yang diterima mediakendari (27/2/2019) mengatakan skenario latihan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara Basarnas Kendari dengan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat serta unsur-unsur yang terkait lainnya.

Selain itu untuk uji coba rencana kontigensi Basarnas Kendari dalam menghadapi sebuah musibah yang mengancam jiwa manusia, menguji kemampuan manajemen posko dalam operasi SAR dan menguji peralatan Komunikasi SAR.

Sasaran lain yang ingin dicapai, lanjut Djunaidi, adalah pendataan Potensi SAR di Basarnas Kendari dan pengumpulan bahan-bahan untuk SOP latihan SAR Daerah pada kecelakaan kondisi membahayakan jiwa manusia.

Untuk diketahui, berdasarkan data Basarnas Kendari, kecelakaan membahayakan jiwa manusia untuk kejadian di hutan yang ditangani pada 2018 sebanyak delapan kejadian dengan rincian selamat empat orang, meninggal 2 orang dan tidak ditemukan sebanyak 3 orang.

Sedangkan pada 2019 adalah sebanyak empat kejadian dengan rincian selamat 25 orang dan tidak ditemukan satu orang.

Iklan BPKAD
Iklan BLUD Konawe