Iklan PDI-P

Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara penyerahan sertifikat di Sultra. (Foto: Ewit Dinas Kominfo Sultra)

Jokowi : Jangan Karena Politik Persaudaraan Kita Rusak

Reporter : Rahmat R .

Iklan PT Luwu

Editro : Def

KENDARI – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membagikan 2.010 sertifikat tanah pada masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (02/03/2019).

Pada kesempatan itu Jokowi menitip pesan pada masyarakat Sultra. Kata dia, Indonesia adalah negara yang dikaruniai Tuhan dengan perbedaan yang sangat majemuk. Mulai dari, perbedaan agama, ras, suku, budaya, bahasa dan masih banyak lagi.

Jokowi minta agar semuanya ikut menjaga perbedaan dengan saling menghargai satu sama lain.

“Kita ini berbeda-bedaeda suku, agama, budaya, bahasa. Pesan saya adalah marilah kita jaga bersama-sma kerukunan, persaudaraan dan Kita beda-beda karunia Allah,” jelasnya.

Lanjut mantan Wali Kota Solo ini, jangan sampe urusan politik Mulai dari pilihan wali kota, bupati gubernur dan presiden Persaudaraan rusak.

“Ada satu kampung gara-gara urusan politik nggak saling ngomong. Negara besar lo kita, jangan persaudaraan kita rusak, padahal kita semua saudara sebangsa dan setanah air,” ujar Jokowi.

Ia juga mengungkapkan, bahwa ada kabar yang menyebutkan kalau Presiden Jokowi adalah PKI.

” 4 tahun saya sabar. Saya bilang ya Allah ini tidak benar,” jelasnya.

Dikatakannya, Survei soal kasus tersebut 8-9 juta masyarakat Indonesia percaya isu PKI tersebut.

“Saya lahir tahun 1961 sementera PKI 1965 sudah tidak ada. Memang ada PKI balita?. Saya sampaikan jangan sampai makin bertambah yang percaya isu PKI ini sampai 40 juta orang,” bebernya.

Jokowi menengaskan, kalau isu PKI diteruskan kasian masyarakat Indonesia makin resah. Sama juga dengan isu Jokowi anti ulama itu tidak dibenarkan oleh Jokowi.

“Saya muslim. Yang tandatangani hari santri itu siapa? Kan saya. Cara-cara seperti ini jika diteruskan kita saling tidak menghormati. Politik kita seperti apa nanti,” tukas mantan Gubernur DKI ini. (A)

Iklan Lapas konawe

Iklan Damri
error: Content is protected !!