oleh

Munas X Gerakan Pramuka, Ketua Kwarnas: Tetap Jaga Kekeluargaan, Jangan Terprovokasi

KRNDARI – Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka di Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) berlanngsung meriah dengan dihadiri oleh sebanyak 34 ketua dan delegasi Kwartir Daerah (Kwarda) serta dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Kegiatan tertinggi di Pramuka itu membahas berbagai hal termasuk penyempurnaan AD/ART organisasi, rencana strategis gerakan Pramuka 2019-2024, arah kebijakan sampai 2045 sertapemilihan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka untuk lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menuturkan, sesuai dengan Tema Munas ‘Gerakan Pramhka wadah utama pembentukan kader pemimpin bangsa’, maka kegiatan kali ini memfokuskan pada wadah pembentukan kader pemimpin bangsa.

“Kami ingin menjadilan forum ini sebagai fondasi yang kuat untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang kredibel, berkarakter dan berkualitas,” ujar Adhyaksa di hadapan peserta Munas di salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Rabu (26/9/2018).

Adhyaksa juga menuturkan, forum tertinggi lima tahunan itu kebih mengedepankan suasana kekeluargaan dan mufakat. Ia juga mengimbau agar seluruh peserta menjaga suasana kondusif dan kekeluargaan yang erat selama Munas serta tidak terpengaruh oleh opini yang ingin memecah belah gerakan pramuka.

“Kita semua adalah keluarga besar. Persatuan dan kekeluargaan adalah nomor satu. Jangan terpengaruh oleh provokasi yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Munas, Kodrat Pramudo juga mengatakan, musyawarah mufakat menjadi pilihan yang terbaik dalam setiap penyelenggaraan Munas atau Musda Gerakan Pramuka. Pasalnya, musyawarah mufakat adalah ciri khas Gerakan Pramuka.

“Itu memang sesuai dengan Dasa Darma, Pramuka itu berbeda dengan organisasi lain. Karena lebih mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam mencapai tujuan,” paparnya.(a)


Reporter: Kardin

Terkini