oleh

Musda I Dilaksanakan, Ketua Muhammadiyah Buteng Tepis Isu Dualisme Kepemimpinan

LABUNGKARI – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) Periode 2015-2020, Dr H La Hibu Tuwu, menyayangkan oknum yang membentuk dan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ke I Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiah Buteng, yang dilaksanakan di balai pertemuan Desa Walando, Kecamatan Gu, pada (11/11/2017).

Pernyataan La Hibu Tuwu tersebut dikarenakan adanya tindakan sepihak yang dilakukan oleh beberapa Pengurus Muhammadiyah Buton Tengah yang  melakukan Musda mengangkat Sabaruddin sebagai Ketua PD Muhammadiyah Buteng.

“Saya menyayangkan tindakan teman-teman yang membentuk Musda Periode 2017-2022, saya tidak paham dengan mereka, karena PD Muhammadiyah Buton Tengah sudah dibentuk sejak tahun 2015, atau mereka pura-pura tidak tahu,” ungkap La Hibu melalui sambungan telepon selulernya kepada Mediakendari.com, Senin (18/12).

Didalam Musda pertama, Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiah Buteng Periode 2017-2022 yang telah dilaksanakan tersebut, mempercayakan Sabaruddin sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buteng.

Hal ini kemudian membuat, La Hibu Tuwu, yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra, Nomor : 16/KEP/II.0/D/2015 tentang penetapan Ketua dan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Buton Tengah periode 2015-2020, angkat bicara.

Dengan tegas, La Hibu menyampaikan bahwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Buton Tengah tidak sedang berdualisme.

“Tidak ada dualisme PD Muhammadiyah di Buteng, kami telah dikukuhkan tanggal 21 November 2015 ditandatangani oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Prof DR H Abdullah Alhadza, MA” tepis La Hibu.

“Saya himbau masyarakat bahwa tidak ada dualisme PD Muhammadiyah di Buton Tengah,” tuturnya.

SK PD Muhammadiyah Buteng

Hibu menambahkan, kader Muhammadiyah harus berpegang teguh pada semboyan yang pernah dicetuskan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, bahwa kader Muhammadiyah janganlah mencari hidup di Muhammadiyah.

“Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan cari kehidupan di Muhamadiyah karena di Muhammadiyah hanya keikhlasan, ada atau tidak ada jabatan dalam prinsip Muhammadiyah itu sama saja, kader Muhammadiyah hanya mengabdi untuk menyebarkan amar ma’ruf nahi mungkar” jelas Hibu.

Namun demikian, La Hibu memberi ruang pada siapapun yang ingin memimpin Muhammadiyah di wilayah Buteng, akan tetapi harus sesuai dengan mekanisme yang ada di Muhammadiyah.

“Kami membuka ruang kepada siapapun yang ingin membesarkan Muhammadiyah di Buteng,” imbuhnya.

Kalau mau jadi pengurus silahkan bergabung, tapi harua sesuai dengan mekanisme yairu sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Muhammadiyah, dimana periodenya lima tahun sekali dan tidak mungkin Pimpinan Wilayah Muhammadiyah mau membuat SK lagi, tutup La Hibu.

Untuk Diketahui, Dr H La Hibu Tuwu, M.Si menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Buton Tengah Periode 2015-2020, berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara Nomor : 16/KEP/II.0/D/2015 tentang penetapan Ketua dan Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Buton Tengah Periode 2015-2020, tanggal 21 November 2015, ditandatangani langsung oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Prof. DR. H. Abdullah Alhadza, MA dan Sekretarisnya Mustam, SP MM.

Reporter: Dzabur
Editor: La Niati

Terkini