KENDARIMETRO KOTA

MUSDA VII MUI Sultra di Hotel Zahra Kendari berlangsung selama tiga hari, membahas program kerja lima tahun ke depan serta penguatan sinergi menjaga stabilitas kamtibmas di Sulawesi Tenggara.

95
MUSDA VII MUI Sultra di Hotel Zahra Kendari berlangsung selama tiga hari, membahas program kerja lima tahun ke depan serta penguatan sinergi menjaga stabilitas kamtibmas di Sulawesi Tenggara.

KENDARI, MEDIAKENDARI.comMajelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-VII di Hotel Zahra Kendari, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memilih kepemimpinan baru sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan.

MUSDA yang berlangsung selama tiga hari, sejak 15 hingga 17 Februari 2026, dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Kabinda Sultra, Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, jajaran pengurus MUI Provinsi Sultra, Dirbinmas Polda Sultra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, para Ketua MUI Kabupaten/Kota se-Sultra, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Pelaksanaan MUSDA tidak hanya berfokus pada agenda internal organisasi, tetapi juga menghadirkan panel diskusi yang membahas sejumlah isu strategis. Beberapa topik yang diangkat antara lain peran ulama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), deteksi dini radikalisme, kebijakan Kementerian Agama, serta implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Diskusi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara MUI dan institusi kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba, potensi radikalisme, hingga degradasi moral generasi muda. Melalui forum ini, MUI Sultra menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan beragama yang harmonis di daerah.

Selain agenda persidangan dan diskusi, MUSDA ke-VII juga menjadi ruang konsolidasi organisasi guna memastikan kesinambungan program kerja serta peningkatan peran ulama dalam pembinaan umat. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah penguatan Dai Kamtibmas sebagai bentuk kolaborasi konkret antara MUI dan Polri hingga tingkat kabupaten/kota.

Kegiatan berakhir pada pukul 16.00 WITA dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Acara ditutup dengan penyerahan plakat, doa bersama, serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen melanjutkan program organisasi.

MUI Sultra optimistis hasil MUSDA ke-VII ini akan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin adaptif, responsif, dan kolaboratif dalam menjawab dinamika sosial serta tantangan kebangsaan di Sulawesi Tenggara.

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version