Ngaku Polisi di Live Media Sosial, Pria Diduga Bernama Imran Al Mura Diamankan Polsek Ranomeeto
KENDARI, Mediakendari.com – Sebuah video live di grup media sosial yang menampilkan seorang pria mengaku sebagai anggota Polri viral dan menuai perhatian masyarakat.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Polsek Ranomeeto Polresta Kendari bergerak cepat mengamankan pria yang bersangkutan.
Hasil pemeriksaan kepolisian memastikan bahwa pria tersebut bukan anggota Polri, melainkan masyarakat biasa yang diduga menggunakan identitas sebagai anggota kepolisian dalam aktivitasnya di media sosial.
Pria tersebut kini telah diamankan di Polsek Ranomeeto Polresta Kendari untuk menjalani pemeriksaan sekaligus memberikan klarifikasi terkait video live yang beredar.
Dalam keterangannya kepada polisi, yang bersangkutan juga mengakui bahwa dirinya bukan anggota Polri.
Kapolsek Ranomeeto Polresta Kendari IPTU Sukirman, S.Si. mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tindakan tersebut dilakukan bukan untuk kepentingan institusi tertentu, melainkan semata-mata untuk menarik perhatian seorang perempuan yang berada dalam grup live media sosial.
“Motifnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh, adalah untuk menarik perhatian atau memikat hati perempuan yang ada dalam live grup media sosial,” jelas IPTU Sukirman.
Polisi Ingatkan Jangan Sembarangan Mengaku Anggota Polri
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap seseorang yang mengaku sebagai anggota Polri, terutama jika identitas dan statusnya belum dapat dipastikan.
Penggunaan identitas sebagai anggota kepolisian tanpa dasar yang benar dinilai dapat menimbulkan keresahan sekaligus mencatut nama institusi Polri.
Karena itu, masyarakat diminta segera melakukan pengecekan atau melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan seseorang yang mengaku sebagai anggota Polri namun menunjukkan perilaku mencurigakan.
Laporan dapat disampaikan ke kantor polisi terdekat maupun melalui Call Center Polri 110.
Polresta Kendari juga mengapresiasi masyarakat yang cepat merespons dan tidak begitu saja mempercayai pengakuan seseorang di media sosial.
Sikap kritis masyarakat tersebut dinilai penting untuk membantu kepolisian mencegah penyalahgunaan identitas, pencatutan nama institusi, serta potensi penipuan atau tindakan lain yang dapat merugikan masyarakat.
Polisi pun memastikan setiap informasi yang beredar di media sosial dan berkaitan dengan institusi Polri akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan fakta yang ditemukan di lapangan.
Liputan : Tim Redaksi.
