oleh

Nilai Ekpor di Sultra Periode Juni Capai US$ 142,92 juta

Reporter : Ferito Julyadi

KENDARI – Periode Juni 2020, nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai US$ 142,92 juta. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Agnes Wiadiastuti.

Melalui video conference by Youtube, Agnes mengatakan, nilai ekspor Sultra mengalami penurunan 20,41 persen terhadap Mei 2020. “Periode Mei 2020, nilai ekspor kita mencapa US$ 179,56 juta,” ujarnya.

Meskipun demikian, Juni 2019 ke Juni 2020 nilai ekspor Sultra naik sebesar 19,12 persen. Dimana pada Juni 2020 nilai ekspor Sultra US$ 199,99 juta.

Lanjutnya, di 2020 BPS Sultra mencatat periode Mei merupakan periode dengan nilai ekspor tertinggi, yakni sebesar US$ 179,56 juta. Sedangkan periode Februari merupakan yang terendah, sebesar US$ 100,65 juta. Tidak hanya nilai ekspor, volume ekspor Sultra pada Juni 2020 hanya 95,54 ton.

“Volume ekspor tertinggi pada 2020 terdapat pada periode Januari, yakni 155,10 ton, sedangkan terendah pada Februari sebanyak 56,20 ton,” jelasnya.

Berdasrkan sektornya, sektor Industri Pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor US$142,79 juta. Namun, nilai tersebut turun sebesar -20,20 persen dibandingan Mei 2020.

“Meskipun lebih rendah dibanding Mei, periode Juni 2020 lebih besar 38,10 persen dibandingkan 2019 di periode yang sama,” tambahnya.

Kemudian nilai ekspor pada sektor Pertanian sebesar US$ 0,13 juta. Angka tersebut naik sebesar 95,38 persen dibandingkan dengan periode Mei 2020. Untuk sektor Pertambangan, pertumbuhan ekspor pada Juni 2020 yakni -100,00 persen, atau tidak melakukan ekspor sama sekali.

“Karena larangan untuk melakukan ekspor bahan mentah pada pertambangan, sehingga nilai ekspo pada sektor ini -100,00 persen,” pungkasnya.

Industri Pengolahan memberikan peran sebesar 99,91 persen untuk nilai ekspor Sultra. Diikuti oleh sektor Pertanian 0,09 persen.

Terkini