oleh

NTP Sultra pada Februari Turun Sebesar 0,49 Persen

KENDARI – Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Surianti Toar mengungkapkan, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) di Sultra pada Februari 2018 tercatat 93,91 atau mengalami penurunan sebesar 0,49 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 94,37 persen.

Dikatakan, dari tujuh subsektor hanya dua yang mengalami kenaikan pada bulan Februari dan yang lainnya mengalami penurunan. Dari data Februari NTP subsektor yang mengalami kenaikan yakni Perikanan (NTNP) dan pembudidayaan ikan.

“Indeks NTP yang mengalami penurunan masing-masing subsektor tercatat sebagai berikut, Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) 91,85 Subsektor Hortikultura (NTPH) 88,66; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 86,80; Subsektor Peternakan (NTPT) 103,85; dan Subsektor Nelayan (NTNP). Sedangkan Indeks NTP Nasional sebesar 102,33 atau turun sebesar 0,57 persen dari sebelumnya 102,92 Pada Bulan Februari 2018, secara nasional 14 provinsi mengalami kenaikan Indeks NTP, sedangkan 19 provinsi lainnya mengalami penurunan indeks,” urai Surianti, di ruang konfresi pers, pada Kamis (01/03/2018).

Surianti menguraikan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

Indeks NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Nilai tukar petani jika nilainya di bawah 100 berarti petaninya rugi karena yang dibayarkan lebih besar dibanding dengan yang diterima.

“Semakin tinggi Indeks NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase),” paparnya.

Sedangkan, kata dia, indeks NTP Nasional sebesar 102,33 atau turun sebesar 0,57 persen dari sebelumnya 102,92 pada Bulan Februari 2018, secara nasional 14 provinsi mengalami kenaikan Indeks NTP, sedangkan 19 provinsi lainnya mengalami penurunan indeks NTP.

“Kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Riau yaitu sebesar 1,16 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 1,66 persen. persen. Pada Februari 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat mengalami inflasi perdesaan sebesar 0,48 persen,” cetusnya.

Katanya, hal tersebut terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam kelompok konsumsi rumah tangga, yaitu kelompok bahan makanan naik sebesar 0,86 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,33 persen.

“Untuk kelompok perumahan 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,18 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; serta kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,18 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga mengalami penurunan sebesar 0,12 persen,” pungkasnya.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini