Reporter : Muh Ardiansyah R
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bertambah tiap tahunnya. Saat ini tercatat ada 227 yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra.
Kepala Bidang Ketahanan Seni, Budaya, Ormas Agama dan Ekonomi, Kesbangpol, Hamdani mengatakan, selain dari jumlah itu, masih banyak ormas lain yang belum mendaftar ke Kesbangpol.
Kata Hamdani, dalam aturan undang-undang, ormas harus terstruktur pada pusat dan memiliki syarat pendirian. Kata ia, saat ini akan dilaksanakan pengawasan ke ormas baik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yayasan dan Organisasi Kepemudaan (OKP), untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Akan dibentuk tim kepengawasan ormas, untuk menginventaris dan melihat dampak ormas tersebut,” katanya saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (18/12/2019).
Baca juga :
- Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sultra Blusukan Jumat Keliling di Korumba Kendari, Ajak Warga Bentengi Keluarga dari Narkoba dan Miras
- Box Culvert Tak Dirabat, Galian Masih Tergenang Air, Ampuh Sultra Bongkar Bobrok Proyek Drainase 24,6 M APBN di Kendari, PPK 2.2 dan Bos UD Maju Harus Diperiksa
- Ketua HIPTI Sultra Rusmin Abdul Gani Sentil Aturan Baru ESDM Bagus, Tapi Bisa Picu Konflik Pengusaha Lokal
Lanjut Hamdani, untuk mendaftar dan mendirikan ormas, harus mengikuti 22 syarat diantarnya akta notaris, kepengurusan, program kerja, alamat domisili, lambang organisasi dan yang terpenting, tidak berafiliasi ke partai politik.
“Legalitasnya sekarang harus dua, baik Kementerian HAM maupun Kemendagri,” katanya.
