Pangdam XIV/Hasanuddin Minta Pemerintah Pusat Tambah Bantuan APD

Reporter:Erlin

KENDARI – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka meminta  Pemerintah Pusat menambah bantuan Alat Pelindung Diri (APD) di Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebelumnya, Pangdam telah mengirimkan 2000 paket APD bantuan Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, ke tiga provinsi tersebut.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka menjelaskan, dirinya meminta tambahan bantuan APD karena bertambahnya penyebaran Covid-19 khususnya di sulawesi seiring dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19.

“Saya sudah meminta agar bantuan APD ditambah, dan Allhamdulillah mendapatkan respon. Dan dalam waktu dekat BNPB akan kembali memberikan 1000 bantuan APD untuk wilayah Sulawesi,” tegasnya dalam rilis, Jumat 27 Maret 2020.

Mantan Danrem 143/Halu Oleo ini juga menjelaskan, sebelumnya bantuan 2000 APD dari BNPB telah didistribusikan ke seluruh rumah sakit rujukan yang ada di Sulsel, Sulteng dan Sultra.

“Bantuan 2000 APD langsung kami distribusikan secara bertahap dan cepat, untuk segera digunakan. Karena diketahui bersama kendala penanganan Covid-19 oleh tenaga medis adalah APD,” ujarnya.

Mantan Kabinda Sultra ini juga menuturkan, setelah bantuan 2000 APD tersebut mendistribusikan ternyata masih kurang, sehingga dirinya berinisiatif meminta penambahan bantuan APD.

“APD itu sangat penting, dan setiap penindakan Covid-19 membutuhkan APD dan bantuan 2000 itu masih kurang. Olehnya itu saya kembali meminta agar bantuan APD diwilayah kami ditambahkan lagi,” tutupnya.

iklan bersama melawan covid-19

Video

BERITA TERKINI

METRO KENDARI

BERITA TERKINI

KOLAKA RAYA

BERITA TERKINI

SOSOK

KONAWE RAYA

TAJUK

Satu dari 16 Perempuan Alami Seks Pertama Kali Karena Diperkosa

INTERNASIONAL - Bagi lebih dari 3,3 juta anak perempuan dan perempuan di Amerika, hubungan seks untuk pertama

BERITA TERKINI

BUTON RAYA

PERISITIWA

BERITA TERKINI