oleh

Paripurna HUT Sultra ke 57, Ini Pesan Gubernur dan Ketua DPRD Sultra

-NEWS-108 dibaca

 

Reporter: Zual

KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengggelar rapat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-57, Selasa 27 April 2021.

Paripurna yang digelar di Balai Sidang DPRD Sultra dipimpin langsung Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh bersama jajaran Wakil Ketua DPRD Sultra dan para anggota dewan.

Mengawali paripurna ini, Abdurrahman Shaleh menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya 53 prajurit terbaik TNI AL, dalam musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402.

Selain itu, juga ucapan duka atas wafatnya kepala badan intelijen negara daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha usai ditembak KKB di Papua pada Minggu 25 April 2021.

Atas musibah tersebut, politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengajak tamu undangan untuk senantiasa mendoakan mereka yang gugur dalam menjalankan tugasnya bagi negara.

Ketgam: Saat ketua DPRD memberikan sambutannya

“Semoga Tuhan YME memberikan naungan dan kasihnya atas kembalinya arwah arwah perjuangan mereka dalam membangun bangsa negara kita yang tercinta ini,” papar Abdurrahman Shaleh.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sultra ini dalam sambutannya menyampaikan, diusia ke 57, Provinsi Sultra telah banyak menghadirkan perjalanan panjang dengan segala dinamikanya.

“Peran generasi saat ini sangatlah penting. Olehnya itu, pertanggung jawaban secara moral harus di emban pemerintah daerah dalam menyusun konsep agar pengelolaan sumber daya sesuai dengan potensi daerah itu sendiri,” terangnya.

Politisi yang akrab disapa ARS ini juga menjelaskan, merebaknya pandemi membuat roda ekonomi tersendat yang berdampak langsung pada masyarakat karena mengakibatkan banyak sektor gulung tikar.

“Kami sebagai wakil rakyat akan selalu mensuport Pemda dalam memulihkan perputaran ekonomi dimasa pandemi, sesuai dengan ketentuan perundang undangan demi kepentingan daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Dirinya juga menegaskan akan mendorong partisipasi publik dalam melakukan pengawasan terhadapa penyaluran bantuan pemerintah untuk masyarakat yang terdampak covid-19.

“Dalam suasana yang membutuhkan empati dan keseriusan kita. Tidak boleh ada yang memanfaatkan anggaran untuk memperkaya diri, jangan ada yang bermain di atas penderitaan masyarakat,” tegasnya.

Dikesempatan tersebut ARS juga mengapresiasi Gubernur Sultra Ali Mazi yang sukses mendapatkan penghargaan kelas dunia, penghargaan kepala daerah yang inovatif terbaik tahun 2020.

Selain itu, juga atas diraihnya penghargaan dari Asosiasi Tradisional Lisan Indonesia, untuk peran dan kontribusi Gubernur Sultra Ali Mazi, dalam pelestarian pengajuan budaya daerah.

DPRD Sultra, kata ARS, melalui pengunaan hak prakarsa telah mengajukan dan menyusun Raperda tentang pengembangan, pembinaan, perlindungan bahasa Daerah dan sastra daerah.

“Pada tahun ini DPRD Sultra kembali mendorong Raperda tentang pelestarian dan perlindungan cakar budaya.Begitulah cara DPRD bekerja memberikan dukungan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

ARS juga berharap, ke depannya pemerintah daerah dapat menyiapkan instrumen kebijakan untuk mendukung produktivitas masyarakat dan memanfaatkan sektor unggulan berbasis sumber daya alam.

“Dapat memastikan tetap berjalannya kesinambingan dangan memanfaatkan sektor unggulan yang berbasis sumber daya alam yang belum terkelolah dengan baik untuk menopang pembangunan daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi dalam sambutannya mengajak, masyarakat se-Sultra untuk mengenang perjuangan membangun daerah di masa lalu yang penuh perjuangan keras.

Suasana sidang paripurna DPRD

“Berikan penghormatan terhadap tokoh terdahulu yang masih hidup atau yang sudah wafat. Kita harus menyadari bahwa tanpa perjuangan dan pengorbanan mereka kita tidak akan menikmati seperti yang kita rasakan saat ini,” kata Ali Mazi.

Diungkapkannya, usia 57 tahun adalah suatu usia yang tergolong lanjut bagi usia manusia namun tidak suatu daerah. Hal ini disebabkan karena eksistensi sesuatu tergambar dalam sebuah proses yang terus menerus.

“Generasi silih berganti tetapi eksistensi suatu perubahan akan tetap ada sampai akhir kecuali bila terjadi kemusnahan suatu generasi,” terangnya.

Menurutnya, tiap generasi akan memerankan perannya sesuai kondisi dan tatanan yang dihadapi. Generasi baru akan datang dengan membawa sesuatu yang cenderung berbeda dengan peristiwa terdahulu.

“Kondisi seperti itu adalah hal yang wajar karena tingkat capaian peradaban yang berbeda beda, yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana jati diri sebagai daerah tetap berlanjut sampai kapanpun,” tuturnya.

Politisi Nasdem ini menuturkan, modal semangat membuat hambatan dan persoalan mampu di lewati. Sehinga membawa Sultra mencapai kemajuan sejajar dengan daerah lain.

“Kemajuan yang patut di syukuri yaitu daerah lindung yang masuk kategori aman dari semua ganguan kecuali ganguan kriminal biasa. Hal itu membuat rekor wilayah lindung tahun 2020 masih menjadi yang terbaik,” ungkapnya.

Gubernur Sultra dua periode ini juga menegaskan, tugas utama pemerintah saat ini yaitu mengatasi pandemi covid 19 yang mengganggu bahkan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Dimasa pandemi ini dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menghindari kerumunan agar rantai penularan covid 19.

“Saya berharap, semua pihak dapat bersinergi untuk mendorong produktivitas masyarakat untuk perbaikan ekonomi Sultra dan demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (A)/ADV

Terkini