oleh

Pariwisata Sulawesi Tenggara Butuh Multi Sektor dan Multi Dimensi

-FEATURED-604 dibaca

KENDARI – Pemerintah, industri dan masyarakat merupakan penopang dalam membangun pariwisata Sultra, jika satu diantaranya tidak saling menopang maka pariwisata tidak akan berkembang. Hal itu seperti disampaikan oleh

Ketua DPD Asociation Of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sultra, Rahman Rahim saat ditemui di ruang kerjanya, (17/10).

Rahman mengatakan, Pariwisata tidak haya mencakup wisata alamnya saja tetapi juga wisata budaya yang didalamnya membutuhkan banyak bidang, itulah mengapa dikatakan multi dimensi dan multi sektor.

“Pariwisata itu harus multi dimensi dan multi sektor. Pariwisata juga tidak bisa bergerak sendiri, harus bekerjasama dengan sektor yang bersangkutan dalam mempromosikan Sulawesi Tenggara,” jelas Rahman.

Wisata budaya misalkan, lanjut Rahman, ketika wisatawan berkunjung ke suatu daerah pastinya menjadikan budaya sebagai tolak ukur dalam menilai daerah yang dikunjungi.

“Perilaku, tatakrama, cara bertutur. itu semua merupakan item-item penilaian budaya dan masyarakat Sultra yang menjadi cerminan itu semua,” ujarnya.

Rahman juga mengungkapkan, Seharunya semua perilaku budaya telah ditanamkan sejak dini kepada generasi muda serta masyarakat dan menjadi tugas pemerintah, khusunya Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Sultra untuk memfasilitasi hal tersebut.

“Seandainya Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan mengadakan riset pengatahuan budaya kepada anak muda dan masyarakat Sultra, maka jangan heran dengan hasilnya. pasti hanya sebaian kecil yang dapat memahami kebudayaan Sultra,” terangnya.

Lanjutnya, pariwisata juga butuh banyak promosi dalam memamerkan kebudayaan Sultra, agar tidak hanya menjadi konsumsi lokal, tetapi dalam skala nasional bahkan dunia.

“Apabila wisatawan lokal serta manca negara berkunjung ke Sultra, maka secara otomatis PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) dan devisa akan meningkat,”
Tutup Rahman.

Reporter: Vera
Editor: Kardin

 

Terkini