oleh

Pemda Konsel Dukung Pengembangan Usaha Berbasis Koperasi

ANDOOLO – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM), Kabupaten Konawe selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar pelatihan dan sosialisasi bantuan pendampingan penguatan modal yang diikuti ratusan pengurus Koperasi se-Konsel yang telah berbadan hukum. Kegiatan itu dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 24-25 Oktober, di salah satu hotel di Kota Kendari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sjarif Sajang menjelaskan, dengan peningkatan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi, maka nilai-nilai kewirausahaan akan sangat kuat mengakar kepada para pengurus koporasi tersebut. Untuk saat ini, jumlah Koperasi di Konsel mengalami peningkatan, pada tahun 2017 berjumlah 308 unit, dan pada 2018 bertambah 31 unit dan sekarang jumlahnya menjadi 315 unit koperasi. Meskipun mengalami peningkatan, perkembangan Koperasi di Konsel masih jauh dari target karena ada sekitar 223 Koperasi yang tidak aktif dan 54 koperasi aktif yang belum RAT.

“Meskipun demikian, kita tetap optimis untuk memperjuangkan dengan meningkatkan kualitas Koperasi agar maju dan berdaya saing.

Atas itulah, kegiatan ini diselenggarakan karena merupakan momentum penting membangun sinergi dan komitmen antara stakeholder pemangku kepentingan baik dari Pemprov, Pemda, Perbankan, OJK dan para anggota Koperasi untuk kepentingan pembangunan koperasi kedepan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskop-UKMM, Djussachri menyampaikan, untuk meningkatkan kinerja Koperasi di Konsel berbagai program strategis  telah dilaksanakan, diantaranya Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi, rembuk ekonomi dan sosialisasi, pelatihan pengurus Nomor Induk Koperasi (NIK), pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/KUD dan pelatihan bagi Kopwan di pedesaan.

“Selanjutnya, program pengembangan sistem pendukung usaha bagi koperasi melalui sosialisasi informasi dukungan pembiayaan dan penjaminan, pendataan jumlah koperasi, mempromosikan produk unggulan koperasi melalui pameran sulawesi expo, forum peluang investasi dan bisnis kawasan timur indonesia, pameran smesco dan HUT Sultra,” tambahnya.

Djussachri menambahkan, target Diskop-UMKM adalah menghidupkan kembali koperasi yang redup sehingga dapat berjalan dan sehat serta lebih maju, utamanya koperasi yang masih aktif, dan untuk yang tidak aktif juga akan hidupkan kembali hingga dapat RAT, karena ini juga berdampak terhadap pengentasan kemiskinan dan terbukanya lapangan kerja.

“Dengan adanya lapangan kerja yang baru, tentunya dapat mengurangi pengangguran, salah satu caranya yakni berkolaborasi dengan BUMdes atau perbankan lain dalam bentuk pembiayaan,” tandasnya. (b)

Reporter:Erlin


Terkini