oleh

Pemda Konut Naikkan Besaran Honor Untuk Guru Non ASN

Reporter : Mumun

Editor : Kang Upi

WANGGUDU – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bakal menaikan honor untuk guru Non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru honorer di tahun 2019.

Rencana kenaikan ini disampaikan Bupati Konut, Ruksamin dalam sambutannya pada upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Konawe Utara.

Disebutkan Ruksamin pada upacara yang digelar di Lapangan sepak bola Kecamatan Molawe, Rabu (26/12/2018) sore, bahwa tahun depan honor guru non ASN naik.

“Untuk guru honorer tamatan SMA dari Rp300 ribu naik menjadi 400 per bulan. DII atau DII dari Rp400 ribu, naik menjadi Rp500 ribu per bulannya Dan guru honorer lulusan SI atau SII dari semula Rp500 ribu per bulan kita naikkan menjadi Rp750 ribu per bulannya,” ujar Mantan Ketua DPRD Konut ini.

BACA JUGA bupati akui pendidikan di konut diwarnai dinamika

Dijelaskan juga, total dana yang disiapkan Pemda Konut untuk peningkatan honor guru non ASN tahun 2019 sebesar Rp6.225.400.000. Jumlah tersebut lebih tinggi dari alokasi tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp3.388.000.000.

Selain menaikan honor, Pemda juga berencana menambah kuota guru non ASN sebanyak 100 orang, dari sebelumnya yang hanya berjumlah 667 orang se Konut. Dari jumlah yang ada, untuk guru honorer SD sebanyak 374, SMP 181 dan 112 orang guru PAUD.

Ruksamin juga mengungkapkan, Pemkab Konawe Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengalokasikan anggaran di APBD untuk peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan sebesar Rp40.309.797.000.

“Tahun 2017 dana infrastruktur pendidikan hanya sebesar Rp27,4 miliar dan tahun 2018 ini sebesar Rp31,1 miliar. Tahun 2019 kita naikkan menjadi Rp40,3 miliar,” ungkapnya.

Ketua DPW PBB Sultra ini menambahkan, jika saat ini telah terjadi peningkatan jumlah fasilitas sekolah, murid maupun tenaga pendidikan di Konut. Untuk fasilitas pendidikan yang ada saat ini yakni, PAUD 92 sekolah, SD 102 dan SMP 36 sekolah. Dengan jumlah murid, PAUD 3678 orang, SD 8401 dan SMP 3808 orang.

“Jumlah guru SD ASN 442 orang, non ASN 374 total 816 guru. Sementara guru SMP ASN berjumlah 204 guru dan non PNS sebanyak 181 guru dengan total 384 guru,” tutup Ruksamin. (a)

Terkini