Pemkot, Forkopimda dan Komunitas Rembuk Bersama Bentuk City Branding Kota Kendari

NEWS823 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Pemerintah Kota Kendari bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah komunitas serta pelaku ekonomi kreatif rembuk bersama di salah satu hotel di Kendari, Jumat (2/12/2022).

Hal itu dalam rangka membuat branding kota untuk menguatkan identitas dan meningkatkan ekonomi kreatif di Kota Kendari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala mengatakan, penentuan branding merupakan hal penting untuk mengenalkan Kota Kendari di daerah lain.

Sebab menurutnya dengan adanya branding, Kota Kendari dapat lebih dikenali dan membuat masyarakat luar tertarik untuk datang ke Kota Kendari.

Baca Juga : Pemkot Kendari Siapkan Reward Bagi Atlet Peraih Medali di Porprov Sultra, Ini Besarannya

Dari rembuk bersama itu, pemkot Kendari telah mendapat saran dari para petua di Lembaga Adat Tolaki, yakni sebagai Kota Kalosara.

“Tadi saya sudah sampaikan orang tua kita dilembaga adat tolaki sudah menyarankan kita untuk Kendari ini diperkenalkan ke daerah lain dengan nama sebagai Kendari Kalosara,” ujarnya.

Sebab kata dia, Kalosara ini merupakan simbol kebudayaan suku Tolaki yang di dalamnya memuat pengaturan, nilai fundamental dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.

Sehingga berharap dari diterapkannya branding tersebut dapat membuat masyarakat semakin patuh terhadap aturan yang ada di wilayah Kota Kendari.

Namun kata dia, itu baru berupa saran dan semua berhak mempunyai kesempatan untuk memberi masukkan branding dalam kegiatan rembuk bersama tersebut.

“Silahkan teman-teman yang jadi peserta memberikan saran. Apa yang disepakati nantinya itu yang nanti akan disebar luaskan warga kota, di luar warga Kota Kendari,” ucapnya.

Baca Juga : Taklukan Tuan Rumah, PS Kolaka Utara Raih Perunggu

Selain itu, di tempat yang sama, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Kendari Hidayat Baftim mengatakan, bahwa city branding sangat diperlukan oleh kota untuk membentuk identitas perkotaan, agar terkesan positif, baik untuk wisatawan maupun untuk investor.

“Selain wisatawan, bagaimana caranya agar investor tertarik untuk datang di berinvestasi permodalan di kota ini,” katanya.

Hidayat menjelaskan branding memiliki dua fokus persoalan yakni tempat atau lokasi dan produk (baik itu jasa, hasil olahan atau kerajinan).

Sebagai tahap awal, pihaknya akan fokus membuat branding dari tempat atau lokasi-lokasi strategis yang di Kota Kendari untuk dikembangkan, salah satunya yakni Teluk Kendari.

Reporter : Muhammad Ismail

Facebook : Mediakendari