oleh

Pemprov Sultra Inapkan 80 Dokter dan Perawat Covid-19 di Hotel Claro

-SULTRA-208 dibaca

Reporter : Rahmat R.

KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menginapkan 80 tim medis yang seharinya bertugas menangangani pasien covid-19 di Claro Hotel Kendari.

Gubernur Sultra Ali Mazi menuturkan, tim medis dari Rumah Sakit (RS) Bahteramas bakal di inapkan di hotel karena secara  psikologis mereka ikut terpapar covid-19.

Pramuka

“Untuk makanan mereka itu harus diberikan asupan gizi. Selama menginap juga mereka gantian sesuai dengan piket di  RS Bahteramas,” kata Ali Mazi di Rujab Gubernur Sultra, Senin 27 April 2020.

Selain layanan inap, kata Ali Mazi, pihaknya juga menyiapkan sarana transportasi khusus berupa mobil untuk tim medis dalam aktifitas dari dan menuju RS.

“Spirit mereka bekerja sudah sangat luar biasa, ini semua berkat kami semua dengan DPRD karena anggarannya itu harus diketuk dewan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Plt Direktur RSUD Bahteramas Kendari dr. Hasmuddin tenaga medis yang diinapkan tersebut adalah yang bertugas khusus menangani pasien covid-19 di ruang isolasi.

“Personel RSUD Bahteramas yang menangani pasien COVID-19 adalah para dokter, perawat, radiologi dan yang bertugas di laboratorium hingga jumlahnya 80 orang,” kata Hasmuddin.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sultra menyiapkan sebanyak 80 kamar atau satu kamar untuk satu tenaga medis, sehingga mereka dapat beristrahat dengan nyaman.

Plt Direktur RSUD Bahteramas Kendari dr. Hasmuddin

Dijelaskannya juga, personel tenaga medis yang bertugas di ruang isolasi khusus covid-19 di RS Bahteramas dibagi dalam tiga kelompok, dengan masing-masing 20 perawat dan dokter.

“Setiap kelompok bertugas satu pekan kemudian diganti kelompok berikutnya.Kelompok tenaga medis yang sudah bertugas akan menjalani karantina dua pekan (14 hari) di hotel,” jelasnya.

Sementara itu, kata dr Hasmuddin, untuk jumlah total tenaga medis, perawat dan dokter yang dilibatkan dalam penanganan covid-19 di RS Bahteramas itu berjumlah 350 orang.

“Penugasan berdasarkan sistem shift. 80 diistirahatkan dan sisanya bertugas. Ini bergilir, dengan jangka waktu istirahat satu minggu. Sedangkan pergantian shift setiap 8 jam,” ungkapnya.

Dijelaskannya juga, dalam masa istirahat di Claro Hotel, para tenaga medis diperintahkan menaati protokol kesehatan. Diantaranya harus dikarantina selama 14 hari setelah menangani pasien tersebut.

Tidak hanya karantina, physical dan social distancing tetap dijalankan serta tidak boleh ada kontak dengan keluarga. Selaion itu juga diwajibkan menjalani rapid test setelah menjalankan tugas selama sepekan sebagai salah upaya untuk mendeteksi dini.

“Tenaga medis yang sudah menjalani karantina 14 hari dan dinyatakan aman baru dapat bertemu keluarga,” kata dokter spesialis bedah ini.

Perawat dan dokter yang diinapkan di Claro Hotel adalah petugas kesehatan yang sehat dan telah melakukan rapid test seperti dokter, perawat, radiolog, dan petugas laboratorium.

“Kamar yang digunakan di Claro tidak satu gedung dengan pengunjung hotel lainnya. Kami disiapkan empat lantai di gedung belakang dengan fasilitas lengkap,” terang dr.Hasmudin.

Diungkapkannya, sesuai arahan Gubernur Sultra, para tenaga medis akan mendapatkan akomodasi penuh untuk layanan sekelas tamu hotel bintang limauntuk memberi kenyamanan.

Untuk makanan, manajemen Hotel Claro diminta menyiapkan menu sehat untuk tiga kali sehari yakni pagi, siang dan malam. Selain itu juga kendaraan operasional antar jemput ke RSUD Bahteramas.

Dikesempatan berbeda Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 (GTC) Sultra, La Ode Ahmad P.Bolombo,  Gubernur Sultra, Ali Mazi juga berencana memberikan insentif bagi tenaga medis.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Ahmad Pidana Balombo.

Terkait insentif tersebut, kata Pj Sekda Sultra itu bahwa saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan anggaran. Namun dirinya memastikan bahwa anggaran untuk itu ada dan tersedia.

“Untuk besaran insentif masih dalam tahap perhitungan. Pada prinsipnya, pemerintah memastikan pemberian insentif sebagai reward atau penghargaan bagi para pahlawan kita saat ini dalam menghadapi wabah korona,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas bahwa pihaknya mendorong sinergitas layanan pemerintah baik gugus tugas maupun petugas kesehatan di RS Bahteramas.

“Motivasi untuk memberi semangat dalam bekerja melayani pasien. Dengan istirahat yang nyaman dengan fasilitas memadai, tenaga kesehatan ini akan punya imunitas prima saat bekerja,”ujarnya.

Sementara itu, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr.Andi Hasnah menuturkan jika pihaknya mengusulkan rancangan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk program penanganan Covid-19.

“Itu sudah termasuk anggaran insentif. Namun itu masih belum final, karena besaran dari insentif setiap tenaga medis sedang dalam perhitungan dan harus tetap mengacu para peraturan yang ada,” pungkasnya.

Terkini