Suadi,Kepsek MTsN 2 bombana.

Masukkan Rekannya ke Dalam Karung, Siswa MTsN 2 Bombana Dikeluarkan Dari Sekolah

Reporter : Hasrun

Editor : Kang Upi

Kasipute – Buntut beredarnya video persekusi siswa di MTsN 2 Bombana, pihak sekolah memberikan sanksi keras kepada siswa pelaku peristiwa yang mencoreng wajah pendidikan ini.

Dua dari tujuh siswa pelaku aksi presekusi dan penganiayaan rekannya tersebut, bahkan dikeluarkan dari sekolah. Tak hanya itu, para pelaku pun harus berurusan dengan polisi, dan terancam bui.

Video berdurasi 8 menit tersebut dengan jelas menampilkan aksi tak terpuji para pelaku. Sebanyak tujuh siswa memasukkan seorang siswa lainnya ke dalam karung sampah.

Seolah tak puas menyiksa rekannya itu. Para “berandalan” berseragam putih biru ini, melampiaskan caci maki dan ejekan kotor lainnya pada si siswa yang tidak berkutik didalam karung tersebut.

Atas peristiwa yang ditanggapi negatif oleh nitizen, Kepala MTsN 2 Bombana Suadi mengungkapkan, pihaknya langsung melakukan penelusuran, pasca beredarnya video tersebut ke media sosial.

Hasil penelusuran tersebut, kata Suadi, mengungkap fakta jika aksi persekusi benar terjadi di salah satu ruangan di sekolah tersebut.

“Kejadian itu bermula saat korban dan beberapa pelaku sedang bermain dan lalu seorang diataranya mengambil karung tempat sampah. Pelaku ini lalu memasukannya korban ke dalam karung, sambil mencaci maki,” ungkap Suadi pada mediakendari.com Rabu,(12/12/2018).

Atas ulah para pelaku ini, pihak sekolah mengambil keputusan untuk memberikan sanksi keras dan tegas. Keputusan ini diambil melalui pertemuan yang dihadiri guru, serta sejumlah pihak.

“MI pelaku dan DS (pelaku), kami akan pindahkan ke sekolah lain, kedua siswa ini sudah berulang kali melakukan kesalahan yang fatal. Semoga di tempat yang baru keduanya dapat berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.

Pemberian sanksi tegas kepada dua dari tujuh pelaku ini, kata Suadi, berdasarkan pertimbangan bahwa keduanya memiliki reputasi yang sangat buruk di sekolah.

Namun sanksi tegas tidak hanya diterima dua pelaku, sebab tiga pelaku lain nya pun menerima sanksi tegas, namun tidak dikeluarkan dari sekolah.

“Dari ke 7 siswa yang terlihat di dalam vidio 5 yang melakukan persekusi pada ME (korban), sedangkan 2 siswa lain hanya menyaksikan,” ujarnya.

Suadi juga mengaku sangat menyayangkan adanya peristiwa tidak terpuji ini, di sekolahnya. Apalagi, sampai menjadi viral di media sosial.

Reposn publik atas hal ini, kata Suadi, menyudutkan pihak sekolah, karena seakan-akan tidak ada pembinaan dan pengawasan siswa di lembaga pendidikan yang dipimpinnya itu.

“Padahal kami tidak seperti itu, sekolah kami mengajarkan 3 prinsip, yang pertama ahlak, agama dan pengetahuan,” imbuhnya.

Ia juga meminta kepada orang tua siswa, agar jika ada persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik dengan cara menemui pihak sekolah.

“Untuk menjaga nama baik sekolah, saya meminta pihak yang menyebar kejadian itu segera meluruskan, bahwa sekolah kami tidak seperti yang disebutkan,” tutupnya. (a)


Iklan HUT Konawe

error: Content is protected !!