Prof. Armid, yang baru saja dilantik sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) pada 1 Agustus 2025, telah wafat pada 23 Agustus 2025. Beliau meninggal dunia kurang dari sebulan setelah pelantikannya.
Kepergian beliau membawa duka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika UHO dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Kita semua menyadari bahwa kematian adalah sebuah keniscayaan. Artinya, kematian merupakan hal yang pasti terjadi pada setiap manusia. Ia tidak bisa dihindari, ditunda, atau ditolak. Dalam perspektif Islam, hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).
Kepergian mendadak saudara kita, Prof. Armid, tentu sangat mengejutkan kita semua. Pengabdian beliau selama 25 tahun di UHO, khususnya di bidang kimia kelautan, sangatlah signifikan.
Almarhum merupakan junior saya saat menempuh pendidikan di University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang. Beliau memiliki kemampuan akademik yang luar biasa serta dikenal sebagai pribadi yang sangat baik hati.
Almarhum juga pernah menjadi Foreign Visiting Researcher sekaligus Research Assistant di University of the Ryukyus, Jepang, pada periode 2007 hingga 2011.
Saya pribadi termasuk yang sangat terkejut saat mendengar kabar duka tersebut. Awalnya, saya tidak percaya. Namun setelah mencari tahu, ternyata beliau wafat akibat serangan jantung.
Saat ini, serangan jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Di Indonesia sendiri, data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa ribuan orang meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Yang lebih mengkhawatirkan, banyak dari kasus ini sebenarnya dapat dicegah jika tanda-tanda awal dikenali dan ditangani secara cepat dan tepat.
Apa Itu Serangan Jantung?
Serangan jantung atau heart attack terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke otot jantung tersumbat, sehingga aliran darah terhenti.
Akibatnya, otot jantung mengalami kekurangan oksigen dan bisa rusak secara permanen. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa mengancam nyawa.
Namun, penyumbatan tersebut tidak terjadi dalam semalam.
Prosesnya berlangsung dalam waktu lama, bahkan bertahun-tahun. Artinya, tubuh sebenarnya sering kali sudah memberi sinyal sebelum serangan besar datang.
Mengapa Serangan Jantung Bisa Mematikan?
Berdasarkan literatur ilmiah, serangan jantung terjadi karena sumbatan total pada pembuluh darah koroner yang menyebabkan otot jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen. Dalam hitungan menit, sel-sel jantung mulai rusak.
Jika tidak segera ditangani, misalnya dengan pemberian obat pengencer darah atau pemasangan ring jantung bisa berhenti berdetak (cardiac arrest) dan nyawa pun tidak tertolong.
Inilah sebabnya dikenal istilah “golden hour”, yaitu satu jam pertama setelah serangan, yang sangat menentukan peluang hidup pasien.
Tanda-tanda Peringatan yang Sering Terabaikan
Setidaknya ada empat tanda utama serangan jantung yang sering kali diabaikan:
• Nyeri dada atau rasa tertekan, seperti diremas, ditindih, atau terbakar. Umumnya muncul saat beraktivitas atau stres, dan mereda saat istirahat.
• Sesak napas, napas terasa pendek meskipun hanya melakukan aktivitas ringan seperti berjalan sebentar atau naik tangga.
• Nyeri menjalar, rasa sakit bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
• Cepat lelah, tubuh terasa mudah lelah tanpa alasan yang jelas.
• Keringat dingin, mual, atau pusing secara tiba-tiba.
Mengapa Banyak Orang Mengabaikan Tanda Ini?
Karena gejalanya datang perlahan, hilang-timbul, dan tidak selalu terasa parah. Banyak orang menunda pemeriksaan medis karena menganggap gejala tersebut bukan hal serius, hingga akhirnya serangan besar datang secara tiba-tiba.
Apa yang Harus Dilakukan?
Beberapa langkah penting yang dapat diambil:
• Kenali kondisi tubuh sendiri. Jangan anggap enteng nyeri dada atau sesak napas yang terjadi berulang.
• Segera periksa ke dokter jika muncul keluhan mencurigakan. Pemeriksaan sederhana seperti EKG (Elektrokardiogram) dapat membantu mendeteksi irama jantung, serangan jantung, aritmia, atau pembesaran jantung. Tes darah dan Tes Jalan Kaki 6 Menit juga dapat dilakukan untuk menilai fungsi jantung dan paru-paru.
• Terapkan gaya hidup sehat: kurangi konsumsi gorengan dan makanan berlemak, berhenti merokok (termasuk vape), rutin berolahraga, serta kelola stres dengan baik.
Perlu diingat, serangan jantung yang mematikan jarang datang tanpa tanda. Tubuh biasanya sudah memberi sinyal lebih dulu. Dengan mengenalinya sejak dini, kita memiliki peluang untuk mencegah bencana yang lebih besar.
Penutup
Dari informasi yang saya peroleh, almarhum Prof. Armid sebenarnya sudah menunjukkan gejala penyakit jantung sejak awal. Mungkin inilah takdir Allah, dan beliau telah lebih dahulu dipanggil menghadap Sang Khalik.
Semoga almarhum husnul khotimah, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan. Aamiin.
Mari kita senantiasa mendoakan yang terbaik untuk almarhum Prof. Armid dan keluarganya. Barakallaahu fiikum. Syukron.
Selamat jalan sahabatku. Semoga segala kontribusi dan amal ibadahmu menjadi pahala jariyah yang terus mengalir, mengantarkanmu menuju surga-Nya. Aamiin.
