Pengamat Ekonomi Sultra Nilai Peran TPID Perlu Ditingkatkan

NEWS196 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Melihat perkembangan inflasi gabungan yang terjadi di dua Kota yakni Kendari dan Baubau, Sulawesi Tenggara semakin meningkat hingga di angka 7,3 persen pada akhir tahun 2023 yang lalu. Inflasi yang terus meningkat, diharapkan agar peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra perlu ditingkatkan.

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi Sultra, Syamsir Nur menilai inflasi dipicu oleh beberapa faktor yakni kenaikan hargai yang diatur pemerintah, gangguan suplay energi secara global yang mempengaruhi kenaikan harga avtur atau harga BBM.

“Harga energi yang naik maka pemerintah melakukan penyesuaian harga yang diintervensi secara langsung melalui kebijakan dalam menerapkan subsidi,” ucap Syamsir Nur saat ditemui Kamis, 19 Januari 2023.

Menurutnya, pemerintah mengintervensi di sektor transportasi agar tidak terlalu bergejolak. Tetapi untuk inflasi dari bahan makanan, di daerah harus pelan-pelan menghasilkan produk yang selama ini didatangkan dari luar daerah.

“Dan untuk menjaga ketahanan pangan dengan mendorong kepastian terhadap suplay komoditi beras, bawang merah, cabai dan telur yang menjadi pemicu inflasi bahan makanan. Jadi inflasi kenaikan bahan pangan ini bukan hanya kita menghasilkan produk itu. Namun harus ada kerjasama antar daerah karena sebagian daerah ada yang surplus dan juga ada yang defisit pangan,” katanya.

Ia menyarankan perlu adanya penguatan kolaborasi antar TPID agar bisa saling melengkapi berbagai kebutuhan pangan lokal di Sultra. Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga perlu melakukan kerjasama antar daerah terutama pada daerah yang surplus dan daerah yang defisit pangan.

“Dengan komunikasi yang intensif juga perlu dibangun melalui tim pengendali inflasi daerah (TPID), artinya lebih intens melakukan koordinasi dan komunikasi dengan mendeteksi komoditas yang bergejolak dan selalu berkontribusi pada inflasi daerah,” terangnya.

Reporter: Sardin.D