oleh

Pengamat : Gugatan JK di MK Ingin Menunjukan Bahwa Dirinya Punya Basis Politik

JAKARTA – Peneliti Lembaga Survei Politik (SMRC) Sirojudin Abbas menilai gugatan yang diajukan Jusuf Kalla (JK) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batasan waktu untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden pada (28/6) tersebut merupakan upaya Jusuf Kalla (JK) untuk menunjukan bahwa dirinya masih memiliki basis potitik.

“Ini adalah cara bargening yang ditunjukan oleh pak JK dan timnya dengan menunjukan bahwa beliau ini masih punya basis politik yang penting,” tutur Abbas pada acara diskusi Publik, di Menteng Jakarta Selatan, Kamis (2/8/2018).

Selain itu, lanjut Abbas, menurutnya gugatan itu merupakan salah satu ujian buat demokrasi di Indonesia karena secara legal memang masih ada ruang yang masih bisa dipersoalkan oleh para pihak yang berkepentingan didalam politik Indonesia saat ini.

Namun begitu Ia juga tak begitu kuwatir atas gugatan tersebut dapat menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia pasalnya Abbas berkeyakinan bahwa MK akan memperhatikan kepentingan demokrasi survival dari pada memperhatikan kepentingan dan kebutuhan individu-individu atau kelompok kecil.

“Jadi saya sebetulnya punya optimisme bahwa MK itu akan menolak gugatan itu, oleh karena itu saya berkeyakinan bahwa ini hanya salah satu ujian kecil saja bagi proses pendewasaan demokrasi di Indonesia yang baru seumur jagung,” ujarnya.

Abbas menjelaskan bahwa JK tidak bertindak sendiri. Menurutnya JK harus dilihat sebagai kelompok berkepentingan dalam hal ini bahwa disamping Jusuf Kalla ada politisi atau pengusaha yang menginginkan tetap diposisinya sebagai wakil presiden.

Namun demikian ia mengatakan bahwa terkait soal pilihan wakil presiden ini bukan soal keinginan Jusuf Kalla tapi juga ada keinginan calon presidennya dan calon partai-partai pengusungnya.

“Saya kira Pak JK dan timnya cukup memahami bahwa soal wakil presiden meskipun secara legal bisa dipersoalkan secara faktual itu masi tergantung pada siapa presidennya dan apakah presiden itu mau memilihnya,” tegasnya.

Selain itu kata Abbas, ia juga menilai bahwa dalam konteks pembicaraan wakil presiden itu baik Jokowi maupun pak Prabowo penting untuk menimbang peran politik JK dan kelompoknya sebab saat ini JK masih sementara menimbang-nimbang untuk kemudian di arahkan kemana basis pilitiknya.

“Beliau masih punya pilihan bahwa akan kemana, basis politik ini diarahkan apakah tetap diarahkan ke Jokowi atau di arahkan kecalon yang lain,” tuturnya.

“Dalam hal inilah saya kira Pak JK ingin menunjukan dia dan Timnya masih relefan dipertimbangkan oleh calon presiden manapun,” tambahnya.

Hal ini Abbas menilai berdasarkan pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Dimana pada saat Itu JK mengarahkan dukungannya pada pemenangan Anis-Sandi.

“Dukungan Pak JK terhadap Kandidat tersebut memunculkan Bobot nilai yang sangat tinggi yang kemudian menjadi salah satu sumber kekuatan bagi calon tersebut untuk dapat menang,” tutupnya.


Reporter : Suriadin
Editor : Hendriansyah

Terkini