KENDARI, Mediakendari.cim – Bandara Internasional Haluoleo Kendari kini mulai menyampaikan pengumuman kepada penumpang menggunakan Bahasa Daerah Tolaki.
Penggunaan bahasa daerah tolaki ini menyusul dari Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Pemberlakuan bahasa tolaki di bandara HO sebagai langkah pelestarian budaya yang mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan tokoh adat.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki, DPP LAT Lukman Abunawas, menyampaikan dukungan penuh atas kebijakan tersebut.
“Kami dari DPP LAT sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Bandara Haluoleo yang telah menggunakan Bahasa Tolaki dalam pengumuman. Ini bentuk nyata penghormatan terhadap identitas dan jati diri orang Tolaki,” ujar H. Lukman Abunawas di Kendari, Sabtu 2 Agustus 2026.
Menurutnya, bandara adalah gerbang pertama yang dilihat tamu dari luar daerah. Dengan memperdengarkan Bahasa Tolaki di ruang publik, generasi muda akan semakin bangga berbahasa ibu, sekaligus memperkenalkan budaya Tolaki ke wisatawan.
“Bahasa adalah ruh sebuah bangsa. Kalau di bandara saja sudah digaungkan, maka pelan-pelan bahasa Tolaki akan hidup kembali di ruang-ruang publik. Kami berharap kebijakan ini bisa ditiru instansi dan tempat publik lainnya di Sultra,” tambahnya.
Pihak Bandara Haluoleo menyampaikan bahwa penggunaan Bahasa Tolaki merupakan bagian dari komitmen melayani masyarakat lokal dan mendukung pelestarian budaya daerah.
DPP LAT berharap ke depan pengumuman dalam Bahasa Tolaki tidak hanya pada penerbangan domestik, tetapi juga dapat ditambah dengan tulisan dan sapaan budaya lainnya di area bandara.
Laporan : Redaksi.
