Peringati 70 Tahun Kerjasama RI-AS, Kamar Dagang AS-Indonesia Gelar Forum Bisnis di New York

INTERNASIONAL – Memperingati 70 tahun hubungan kerjasama Indonesia-Amerika Serikat, Kamar Dagang Amerika-Indonesia menggelar forum bisnis di sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Forum yang diikuti oleh para pelaku bisnis Indonesia dan Amerika bertujuan meningkatkan nilai perdagangan bilateral menjadi dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Kerjasama ekonomi Indonesia-Amerika Serikat yang telah terjalin selama 70 tahun semakin diperkuat melalui forum bisnis yang digelar American Indonesian Chamber of Commerce (AICC), Rabu 25 September 2019 di Kota New York.

Forum bisnis yang diselenggarakan di sela-sela Sidang Umum PBB itu dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Mahendra Siregar yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Indonesia.

Forum kerjasama ekonomi Indonesia-Amerika Serikat yang telah terjalin selama 70 tahun itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat kementrian dan para pelaku bisnis baik dari Indonesia maupun Amerika Serikat sendiri. 

BACA JUGA:

Cameron Hume, Mantan Duta Besar Amerika untuk Indonesia yang turut hadir menilai hubungan kedua negara saling melengkapi dalam investasi dan perdagangan khususnya peluang dan kesempatan di era digital bagi Indonesia yang menjadi pengguna Facebook kedua terbesar di dunia.

Untuk ke depannya, Cameron menyatakan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berjalan dan lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Amerika Serikat terus tumbuh lebih cepat dibandingkan negara-negara maju lainnya. Kedua hal itu mendasari hubungan yang sangat dinamis antar kedua negara,” ungkapnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya menekankan pentingnya penguatan ekonomi Indonesia melalui pengembangan bisnis di berbagai sektor. Ia juga menyatakan dalam lima tahun ke depan Indonesia akan meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia.

Tony Wenas, Presiden Direktur Freeport yang turut hadir dalam forum itu menyatakan, Freeport akan investasi lagi untuk penambangan bawah tanah sekitar 15 miliar dolar Amerika sampai tahun 2041, belum termasuk pembangunan smelter senilai 3 miliar dolar dan menambah devisa dan pendapatan Indonesia.

“Ide-ide banyak, tapi kalau ketemu langsung akan cepat terjadi. Memang sekarang bisa melalui video conference, email dan lain sebagainya tapi diskusi yang intens superti ini akan mempercepat dan mengakselerasi program-program investasi dan perdagangan,” lanjutnya.

Lanjutkan membaca halaman selanjutnya!

Video

BERITA TERKINI

METRO KENDARI

BERITA TERKINI

KOLAKA RAYA

BERITA TERKINI

SOSOK

KONAWE RAYA

TAJUK

Satu dari 16 Perempuan Alami Seks Pertama Kali Karena Diperkosa

INTERNASIONAL - Bagi lebih dari 3,3 juta anak perempuan dan perempuan di Amerika, hubungan seks untuk pertama

BERITA TERKINI

BUTON RAYA

PERISITIWA

BERITA TERKINI