Reporter : Ridho
Editor : Def
KENDARI – Dalam rangka memperingati hari perempuan se-dunia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan dialog publik, pada Jumat (8/3/2019). Kegiatan itu mengangkat tema “Kekerasan Terhadap Perempuan Berbasis Gender. Saatnya Perempuan Bicara!”.
Ketua panitia, Yuli menerangkan, di Indonesia sekarang ini darurat kekerasan seksual, yang mayoritas korbannya adalah perempuan. Sehingga dirasa perlu untuk mengembalikan jati diri perempuan, sehingga perempuan Indonesia dapat memiliki kepercayaan diri lebih, dibanding sebelumnya.
“Kami rasa dialog seperti ini sangat penting untuk mengembalikan jati diri perempuan dan juga meningkatkan kepercayaan diri mereka,” ungkapnya saat dihubungi via telepon selulernya.
Baca Juga :
- Wajah Baru OSIS SMAN 9 Kendari Perkuat Kedisiplinan dan Dorong Kreativitas Siswa
- SMA Negeri 9 Kendari Perkuat Prestasi dan Matangkan Program Pengembangan 2026
- BGN Tekankan Pentingnya Keamanan Makanan di wilayah SPPG Konawe
- Dapur Umum Konawe Evaluasi Setelah Insiden Ayam Suwir Basi
- Ratusan Guru di Konsel Ikuti Seminar Nasional Great Teacher
- Pemprov Sultra Layangkan Undangan Kedua untuk Nur Alam dalam Mediasi Konflik Yayasan Unsultra
Ketua Department Pemberdayaan Perempuan BEM Hukum ini juga menyatakan, kegiatan yang diselenggarakan di pelataran Kampus Fakultas hukum ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman pada terhadap seluruh mahasiswa dan mahasiswi UHO, bahwa berbicara gender itu memliki cakupan yang luas, termasuk berbicara tentang indeks pembangunan gender.
“Kami bertujuan untuk mengingatkan kembali pada Mahasiswi mengenai indeks pembangunan gender, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, kekerasan terhadap perempuan, dan perempuan terhadap politik,”jelasnya mengutip dari ucapan ibu Sartiah Yusran pada saat membawakan materinya.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada sore hari ini, pihak panitia menghadirkan 2 orang pembicara perempuan yakni Hijriani, S.H., M.H.,. dan Dra. Hj. Sartiah Yusran, M.ED., Ph.D.
“Kita berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini, semua mahasiswa dan mahasiswi UHO dapat memahami tentang arti gender yang dimaksud,” harapnya.(b)
