oleh

Pertamina Diminta Bijak Sikapi Persoalan SPBU yang Layani Pengisian Jerigen

RAHA – Paska ditutupnya sementara SPBU BCK, masyarakat Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat kesulitan memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM). Apalagi, SPBU Sapurata dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Buktinya, baru sehari saja, BBM sulit diperoleh. Belum lagi, SPBU Sapurata yang terletak di Kelurahan Mangga Kuning, Kecamatan Katobu itu kerap lebih mementingkan pengisian jerigen.

Menyikapi persoalan itu, Anggota Komisi III DPRD Muna, Mahmud, mulai angkat bicara. Ia menerangkan bahwa SPBU tidak dipersoalkan pengisian jerigen. Namun, yang harus diperhatikan adalah pengelola SPBU dapat mengatur waktu pengisian BBM bagi kendaraan serta para penjulan eceran sehingga tidak menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat.

“Kita tidak persoalkan pengisiam jerigen, karena bagaimanapun ada masyarakat yang mencari nafkah melalui penjualan BBM, tapi SPBU harus bisa atur jadwal pengisiannya,” ucap Mahmud, Jumat (24/11).

[ Baca juga: Pengelola Utamakan Isi Jerigen, Akibatnya Antrean Panjang Terjadi di SPBU Sapurata Muna ]

Politisi PDI-P mengapresiasi langkah yang dilakukan Pertamina dengan memberi sanksi bagi SPBU BCK akibat pengisian jerigen. Akan tetapi Pertamina seharusnya lebih bijak menyikapi persoalan yang ada. Apalagi dengan penutupan sementara SPBU BCK, masyarakat sulit memperoleh BBM.

“Kalau mau beri sanksi, Pertamina harus berbuat adil. Bukan rahasia umum lagi, SPBU yang ada di Raha semuanya layani pengisian jerigen. Tapi, kita pahami juga, kalau tidak ada pengecer BBM, masyarakat semakin sulit,” terangnya.

Ia mendesak Pertamina untuk turun meninjau langsung ke SPBU Sapurata. Pasalnya, sejak penutupan SPBU BCK, bukan saja kesulitan memperoleh BBM, tetapi mengakibatkan antrean panjang serta arus lalu lintas menjadi terganggu.

“Bisa dicek,” timpalnya.

Pengisian jerigen dan antrean panjang yang terjadi di SPBU Sapurata mengundang perhatian dari para netizen. Kabag Humas Pemkab Muna, Amiruddin Ako misalnya, dalam kicauannya, Ia menulis,
“Kita menghargai masyarakat yang mencari nafkah melalui penjualan BBM, pengelola mungkin bisa mengatur waktu saat pengisian BBM bagi kendaraan roda empat dan dua, serta masyarakat penjual BBM eceran supaya tidak menimbulkan keresahan di Masyarakat dan mengganggu arus lalu lintas.”

Kicauan itu sontak mendapat tanggapan dari netizen lainnya. Akun bernama, Ruslan Ruslan menanggapi, “Raha dilawan, lebih baxk jergen.”

Begitu juga dengan Akun bernama, Hayril YVCI Raha menulis “Bukan RAHA namax klo tdk banyak jerigenx pon.”

Reporter: Erwin
Editor: Kardin

Terkini