oleh

Pertumbuhan Ekonomi Kota Kendari Bulan Maret Mengalami Deflasi 0,08 Persen

KENDARI – Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS Sultra pada Kamis, (01/03/2018) bulan lalu, Kepala Bidang (Kabid) Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Surianti Toar menyebut, pertumbuhan ekonomi di Kota Kendari pada bulan Maret 2018 mengalami deflasi sebesar 0,08 persen.

Dikatakannya, deflasi Kota Kendari bulan Maret lalu tahun 2018, tercatat sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 125,98. Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi 25 kota tercatat deflasi dan 57 kota tercatat inflasi.

“Jadi deflasi tertinggi tercatat di Tual Provinsi Maluku sebesar 2,30 persen dan deflasi terendah tercatat di Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar 0,01 persen. Dan untuk inflasi tertinggi tercatat di Jayapura Provinsi Papua sebesar 2,10 persen,” ujar Surianti melalui rilisnya di ruang Aula BPS Sultra, Senin (02/04/2018).

Dijelaskannya, deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya dua indeks harga yaitu pada kelompok bahan makanan sebesar 0,66 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.

BACA JUGA: BPS: Garam Lokal di Baubau Langka, Bakal Berujung pada Inflasi

Sementara itu, untuk kelompok yang tercatat inflasi yaitu kelompok kesehatan 0,50 persen, sandang 0,44 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,35 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,03 persen.

“Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga tidak mengalami perubahan atau relatif stabil,” pungkasnya.

Ia menguraikan, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah kembung (gembung /banyar/gembolo/aso-aso), layang (benggol), cakalang (sisik), angkutan udara, bandeng (bolu), tomat buah, tomat sayur, daging ayam ras, kol putih (kubis) serta tembang.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini