oleh

Pertumbuhan Ekonomi Sultra Pada Kuartal Ke Dua Tahun 2017 Naik 7 Persen

KENDARI – Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada kuartal kedua tahun 2017 tumbuh sebesar 7 Persen, jika dibandingkan pada kuartal kedua tahun 2016 lalu tumbuh sebesar Rp 20,667 miliar. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Minot Purwahono, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (2/10).

“Yang mendorong dan mendominasi pertumbuhan ekonomi Sultra adalah disektor pertambangan dikisaran 12,3 persen dengan total 4,435 miliar,” ujar Minot.

Kemudian secara nasional, kata Minot, pertumbuhan ekonomi Sultra pada kuartal kedua tahun ini, berada pada urutan teratas.

“Ada tiga daerah penopang pertumbuhan ekonomi Sultra, diantaranya, Kabupaten Kolaka, Kota Kendari dan Kota Bau-Bau,” jelasnya.

Menurutnya, di Kolaka merupakan penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dari sektor pertambangan. Sedangkan Kota Kendari penyumbang tebesar pada sektor perdagangan, kontruksi.

“Kalau untuk kota Bau-Bau sendiri, sumbangan terbesarnya pada sektor pelayaran dan perdagangan,” tambahnya.

Minot juga mengatakan, selain pemasok pertumbuhan dari sektor swasta, pemerintah juga memiliki peran penting dalam memicu pertumbuhan ekonomi Sultra. Yang mana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra harus meningkatkan anggaran belanja daerah.

“Karena apa, Pemprov Sultra harus meningkatkan anggran belanja. Itu agar dapat mendorong ekspekstasi (harapan.red) pada pelaku ekonomi, serta melirik sektor pariwisata sebagai potensi pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara ini,” pungkasnya.

Liputan: Hendriansyah
Editor: Kardin

Terkini