Perumda Pasar Kendari Mulai Data Kios dan Pedagang di Pasar Basah Mandonga

NEWS468 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Jelang berakhirnya masa kontrak PT Kurnia sebagai pengelola Pasar Basah Mandonga, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari  mulai melakukan pendataan pada pedagang di pasar tersebut.

Direktur Utama Operasional Perumda Pasar Kota Kendari, Muhammad Sabri mengatakan pendataan ini dilakukan untuk mengetahui jumlah pedagang yang ada di Pasar Basah Mandonga. Selain itu juga dilakukan pendataan terhadap jumlah kios yang ada di dalam maupun dipelataran pasar.

“Kita data semua tanpa terlewatkan. Setelah ini kita coba pendataannya kurang lebih 8 kelompok yang terdiri dari empat orang per kelompok selama satu minggu,” katanya saat diwawancarai di Pasar Basah Mandonga pada Senin, (23/01/2023).

Dia melanjutkan pasca pendataan pihaknya juga akan menerjunkan karyawan dan karyawati Perumda pasar Kota Kendari untuk melakukan pembersihan di pasar basah Mandonga. Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup kota Kendari dan juga melibatkan Kerukunan Pedagang Pasar Mandonga (KP2M) Kendari.

“Ini merupakan kesiapan dan keseriusan kita dalam rangka untuk berakhirnya kontrak PT Kurnia. Kita akan pastikan pendataan selesai dan pembersihan pasar dilakukan. Ini merupakan keseriusan kami sebagai Perumda untuk mengelola,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KP2M Kendari, Abdul Kadir mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada pedagang pasar Mandonga untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah kota Kendari dalam hal ini Perumda untuk mendampingi dalam segi pendataan.

“Kami merespon baik pendataan ini. Kami harapkan mudah-mudahan pendataan betul-betul riil sesuai dengan kondisi yang ada di pasar ini supaya balance antara pendataan yang pernah dilakukan PT Kurnia dengan pendataan yang dilakukan Pemkot Kendari,” katanya.

Dia memperkirakan jumlah pedagang yang ada di pasar basah Mandonga lebih dari 500 pedagang.

“Itukan kadang ada juga yang keluar tapi nanti kita data kembali karna ada beberapa kios yang sudah kosong,” tutupnya.

Reporter: Dila Aidzin