oleh

Pilkada Minta Diulang, AMAN Center : Pengacara Rusda – Sjafei Mimpi Menang

KENDARI – Direktur AMAN Center Laode Rahmat Apiti menilai kuasa hukum pasangan Rusda Mahmud dan Ahmad Sjafei sepertinya baru bangun  dari mimpi karena meminta untuk pemilihan ulang dalam Pilgub Sultra 2018.

Kata dia, dari pada berharap Pilgub diulang lebih baik Lawyer Rusda – Sjafei buang handuk dan fokus memenangkan mereka pada Pilcaleg 2019 mendatang.

Odet mengatakan kemenangan AMAN pada pilkada merupakan kemenangan rakyat dan prosesnya demokratis.

“Kalau “serakah” dengan kekuasaan seperti ini potretnya, menggugat tapi dua pasangan tersebut juga mencalonkan diri sebagai anggota legislatif,” katanya saat dihubungi via WhatsAppnya,  Jumat (27/07/2018).

Rahmat juga menegaskan,  AMAN tidak gentar dengan gugatan mereka karena tim dan relawan menanggapi dengan santai saja.

“Berilah etika politk ke masyarakat jangan bernafsu memburu kekuasaaan, AMAN justru salut dengan Pak Hugua karena tahu diri makanya tidak menggugat,” jelas Rahmat.

Rahmat meminta biarlah Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan, biar proses yuridisnya berjalan tapi jangan memprovokasi yang mengarah pada perpecahan di masyarakat.

Keinginan Lawyer Rusda – Sjafei agar pilkada diulang  hal yang tidak rasional

“Itu keinginan mereka dan sah sah aja, pendukung AMAN tetap tenang tenang saja tuh,” ungkapnya.

Odet juga meminta sebaiknya Rusda dan Safei saat ini fokus untuk pilcaleg  sebab selain melakukan gugatan juga menjadi caleg jadi sebenarnya gugatan ini motifnya kemungkinan cari “bandar” baru untuk biaya pilcaleg.

“Saya menyaksikan keseriusan Rusda – Sjafei melakukan gugatan dan bagi saya gugatan ini tujuannya ada beberapa hal pertama, agar barisan pendukungnya tetap solid sehingga pada pilcaleg nanti tim-tim pildaka masi mendukung mereka. Kedua,  membangun image terzolimi dalam pilkada sehingga ada rasa simpati pendukungnya agar tetap loyal mendukung kedua caleg tersebut,” urainya.

“Ketiga, memancing masuknya para ” cukong” dengan berbagai dalil bahwa MK akan memenangkan Rusda – Sjafei sehingga dapat suntikan amunisi. Keempat, pola seperti ini menghindari elektabilitas tidak drop sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendulang suara saat pilcaleg jadi motif sesunggunya untuk kepentingan pribadi kedua calon tersebut,” tandas Rahmat.


Reporter : Rahmat R

Terkini