oleh

PKS Diminta Semakin Dekat dengan Rakyat

 

Reporter: La Ato

KENDARI – Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (MPW PKS) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulkarnain Kadir meminta agar PKS semakin dekat dengan rakyat. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan struktur PKS sampai ke tingkat kelurahan/desa, bahkan sampai pada RT/RW. Dengan seperti itu, pelayan partai akan semakin terasa di tengah-tengah masyarakat.

“Seluruh kerja-kerja partai akan berorientasi untuk pelayanan kepada rakyat, sekaligus menyerap aspirasi rakyat sesuai dengan tagline PKS, Bersama Melayani Rakyat,” papar Sulkarnain saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PKS Sultra di salah satu hotel di Kendari, Sabtu, 24 April 2021.

Penyusunan program partai 2020-2025 secara nasional, lanjutnya, sudah disusun oleh DPP PKS. Program ini kemudian menjadi acuan bagi wilayah dan daerah untuk diterjemahkan di tataran masing-masing agar bisa diimplementasikan sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah dan daerah yang bersangkutan.

“Sebagai partai Islam yang rahmatan lil alamin, PKS berkomitmen bersama elemen kebangsaan lainnya di Sulawesi Tenggara untuk menampilkan wajah agama yang moderat, sehingga bisa menciptakan hubungan timbal balik yang positif antar sesama anak bangsa, melahirkan generasi cerdas, beriman dan berakhlak mulia, serta berkontribusi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” jelas Sulkarnain.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sultra, Yaudu Salam Ajo mengatakan, visi PKS 2020-2025 adalah menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang dimaksud dalam pembukaan UUD 1945, dengan misi, yakni menjadikan partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat dalam keutuhan NKRI.

“Visi dan misi ini mesti diinternalisasi oleh seluruh pengurus dan kader partai untuk diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat dengan terus melayani dan membela rakyat sebagai tagline PKS,” terang Yaudu. (B)

Terkini