oleh

Polisi dan Masa Aksi Saling Serang

Reporter : Ferito Julyadi

KENDARI – Aksi demonstasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung ricuh. Para pendemo terpantau melakukan pelemparan. Hal itu memicu Kepolisian memutuskan untuk menurunkan mobil water canon hingga saling serang antara polisi dan masa aksi tidak bisa terelakan.

Tidak tanggung-tanggung, tiga unit mobil water canon dikerahkan untuk memukul mundur para demonstran.

Dipukul mundur, para demonstran berhamburan mengamankan diri. Dari hasil pantuan MEDIAKENDARI.Com pukul 15.31 WITA terlihat sebagian besar para demonstran lari mengamankan  diri ke dalam Taman Kota (Tamkot).

Aparat berhasil memukul mundur para pendemo hingga ke perempatan lampu merah Tamkot. Para demonstran, baik yang berada di perempatan maupun Tamkot tetap kekeh melawan balik. Lemparan demi lemparan batu dilayangkan ke arah aparat.

Dari informasi yang diterima MEDIAKENDARI.com, kericuhan diduga diakibatkan adanya provokator dari barisan demonstran yang berada di gerbang utama gedung DPRD Sultra.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim Mediakendari.com memantau adanya dua aparat kepolisian yang terkena lemparan batu dari arah para pendemo. Dan ingga pukul 16.13 WITA, massa aksi masih terus melakukan perlawanan.

Terkini