oleh

Pria Asal Bombana, Pencetus Satu Desa Satu Perawat Jadi Pembicara di Seminar PPNI Luwu Utara.

-NEWS-740 dibaca

 

Reporter : Hasrun

BOMBANA – Pencetus satu desa satu perawat di Indonesia, Heryanto menghadiri seminar yang digelar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Luwu Utara di Aula I Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara pada Minggu, 20 Juni 2021.

Di seminar tersebut, Heryanto memaparkan program satu desa satu perawat. Menurut dia, satu desa satu perawat adalah solusi Indonesia sehat dan maju. Sebab data riil tentang situasi kesehatan masyarakat terekam di tangan para perawat yang bertugas di garis paling depan.

“Jadi jangan ragu wujudkan program ini. Program ini juga sedang dibahas untuk diwujudkan menjadi program nasional,” kata Ketua PPNI Sultra ini via WhatsApp, Senin, 21 Juni 2021.

Ia juga mengatakan, dirinya berbicara di hadapan pemerintah daerah dan PPNI Luwu Utara demi terwujudnya PPNI yang dicintai anggota serta disayangi pemerintah dan disegani profesi lain.

Bukan kali pertama Heryanto berbicara tentang keperawatan di hadapan pemerintah sejawat PPNI. Tahun 2018 lalu, ia juga berbicara lantang di hadapan Menteri Kesehatan (Menkes) dan dihadiri Ketua DPP PPNI beserta seluruh ketua DPW PPNI se-Indonesia.

“Dari 17 Kabupaten–Kota di Sultra. Kabupaten Bombana menjadi projek perdana yang mewujudkan program satu desa satu perawat. Disusul beberapa daerah lainnya,” kata dia.

Untuk diketahui, Heryanto adalah mantan ASN Bombana. Pada tahun 2013 ia memilih pensiun dini. Pria yang akrab sebut To Bombana ini lantas terjun ke dunia politik.

Ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana periode 2014-2019. Kini ia juga menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Bombana. To Bombana ini digadang-gadang masyarakat sebagai orang yang tepat memimpin Wonua Bombana tahun 2024. (B)

Terkini