Reporter : Rahmat R.
Editor : Kang Upik
KENDARI – Pembangunan Dermaga TNI Angkatan Laut (AL) yang dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perhubungan sudah mencapai 67 persen hingga Agustus 2019.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Sukriyanto bahwa saat ini pemancangan tiang sudah dilakukan 25 titik, dari total 90 titik.
Sukriyanto juga menuturkan, pihaknya memaksimalkan tenggat waktu agar bisa menyelesaikan proyek ini sesuai dengan kontrak kerja, dengan mengusahakan pemancangan tiang di 2 titik dalam sehari.
“Alhamdulillah proses pemancangan on track, sekarang sudah 25 titik dari 90 titik yang akan dipancang. Diusahakan semaksimal mungkin 2 titik/hari,” jelasnya di Rujab Gubernur Sultra, Sabtu (17/08/2019).
BACA JUGA :
- Polda Sultra Luncurkan SIMPUL, Permudah Pengurusan SIM Masyarakat di Wilayah Kepulauan
- Pekan Depan, UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra Gelar Workshop Seni Perfilman dan Seni Rupa
- Tampil Bersama 5 Rekannya, Maliqa Aurora Sukses Memukau di Penutupan Workshop Seni Tari dan Teater UPTD Museum Sultra
- 2 dari 11 Tahanan Kabur Berhasil Ditangkap, 9 Masih Buron Dalam Pengejaran Polres Kolaka Utara
- Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas Tingkatkan Kompetensi Operator SPBU di Sulselbar Lewat Upskilling
- Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Per 1 Juli 2026
Pria yang akrab disapa Kinaz ini juga menjelaskan, untuk estimasi waktu pemancangan tiang tersebut selama 2 bulan kedepan, atau hingga September 2019.
Ia juga berharap dermaga TNI AL yang dibangun di bekas kawasan milik PT Dharma Samudera di Kelurahan Kendari Caddi Kecamatan Kendari ini, lancar tanpa ada kendala apapun.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala non teknis seperti cuaca utamanya angin dan ombak. Kami juga sudah bersurat ke KSOP agar setiap kapal yang lewat mengurangi kecepatan selama proses pemancangan,” bebernya.
Untuk keseluruhan waktu yang dialokasikan dalam proyek ini, pria berkacamata ini menyebut, jika pengerjaan Dermaga TNI AL ini ditergetkan selesai pada Desember 2019, dengan total anggaran sekitar Rp 43 miliar.
“Insya Allah bulan Desember ini sudah selesai, kisaran anggaran itu Rp 43 Miliar,” pungkasnya. (A)
