KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Konawe Selatan kembali menggelar orientasi wartawan sebagai upaya memperkuat kompetensi dan integritas insan pers di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang merupakan orientasi kedua sejak PWI Konsel terbentuk itu berlangsung di Hotel Zam-Zam, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, dan diikuti oleh jurnalis dari tiga daerah, yakni Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Kota Kendari.
Kegiatan orientasi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfo) Konsel, Drs H Annas Mas’ud M.Si, mewakili Bupati Konsel Irham Kalenggo.
Dalam sambutannya, Annas menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif PWI Konsel yang terus mendorong peningkatan kapasitas wartawan di daerah.
“Pemerintah daerah pada prinsipnya sangat terbuka dalam menjalin kemitraan bersama insan pers. Media massa memegang peran penting dalam penyebarluasan informasi kepada publik, sehingga peningkatan kualitas wartawan sangat dibutuhkan,” ujar Annas.
Sementara itu, Ketua PWI Sultra, Sardjono, melalui Sekretaris PWI Sultra, DR Mahdar Tayong M.Ap, menegaskan bahwa orientasi merupakan syarat formal bagi wartawan yang ingin bergabung menjadi anggota PWI.
Ia menjelaskan bahwa sekalipun seorang wartawan telah lama berprofesi di lapangan, tanpa mengikuti orientasi keanggotaan PWI tidak dapat diberikan.
“Ini merupakan aturan resmi hasil Kongres PWI di Solo tahun 2018. Orientasi bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai integritas, profesionalisme, serta kode etik jurnalistik,” jelas Mahdar.
Ketua Badan Kehormatan (BK) PWI Sultra, Dr Rudi Ikhlas Iskandar MH, menambahkan bahwa kegiatan orientasi merupakan bagian penting dari upaya memperkuat organisasi PWI di wilayah Sultra, khususnya Konsel.
Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya menguasai teknik menulis, tetapi juga harus memahami etika, nilai, dan tanggung jawab profesinya.
“PWI adalah organisasi yang mengedepankan kerja-kerja profesional. Karena itu, calon anggotanya harus dibekali dan diseleksi secara ketat. Tidak sekadar bisa menulis berita, tetapi harus menjunjung kode etik,” tegas Dr Rudi.
Ketua Panitia Orientasi PWI Konsel, Ramaluddin SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PWI Konsel dalam melahirkan jurnalis yang berintegritas dan taat pada aturan jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa orientasi kedua ini menjadi momentum penting memperkuat kualitas pers di daerah.
“Maksud dan tujuan orientasi ini sejalan dengan amanah Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kami ingin memastikan wartawan ber-PWI memiliki kapasitas yang mumpuni dan integritas yang tinggi,” terang Rama.
Dengan keikutsertaan jurnalis dari tiga daerah, orientasi kedua yang digelar PWI Konsel ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pers yang lebih profesional dan solid dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.











