RS BLUD Konawe Jadi Penyumbang PAD Terbesar Tahun Ini

Kegiatan rapat evaluasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PPB-P2) Kabupaten Konawe Tahap I Tahun 2019. Kegiatan itu, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Konawe Gusly Topan Sabara dan Sekretaris Daerah Ferdinan. FOTO : Jaspin/Mediakendari.com/a

Laporan : Jaspin

Editor : Kang Upi

UNAAHA – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) BLUD Konawe menjadi penyumbang PAD terbesar Kabupaten Konawe tahun ini, sebesar Rp 15 miliyar, terhitung sejak Januari hingga April 2019.

Video Jendela Sepekan 6 September 2020

Hingga Desember 2019 atau enam bulan mendatang, BLUD RS Konawe mentargetkan pemasukan PAD hingga Rp 56 miliyar lebih.

Pencapaian tersebut sebagaimana diumumkan dalam Rapat Evaluasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PPB-P2) Kabupaten Konawe Tahap I Tahun 2019 di Grand MM Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Kamis (9/5/2019).

RS BLUD Konawe merupakan penyumbang PAD terbesar tahun ini, sebesar Rp 15 miliyar lebih yang terhitung sejak Januari hingga April 2019 dari target Rp 56 miliyar lebih.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Konawe Cici Ita Ristianty, SE., ME, menjelaskan dari catatan pemasukan PAD Pemkab Konawe, baru RS BLUD yang mampu memberikan PAD dengan besaran lumayan, meski boleh dibilang masih jauh dari target.

Namun hasil itu masih lebih baik dibanding seperti Dinas Kesehatan Konawe yang hingga April 2019, belum ada pemasukan sama sekali.

“Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan dan Perikanan sama sekali belum ada pemasukannya, terhitung sudah 5 bulan berjalan,” ungkap Cici dihadapan peserta rapat.

Selain kedua instansi tersebut, kata Cici yang juga merupakan istri dari Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara ini, dinas lain yang masih minim setoran PAD-nya yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan, padahal pemasokan PAD terbesar ada pada perhubungan.

Menurutnya, untuk Dinas PU bisa lebih karena tergetnya hanya Rp 621 juta, dan untuk sementara ini yang masuk hanya Rp 12 juta lebih. Untuk Dinas Perhubungan dari terget Rp 460 juta lebih, yang masuk baru Rp 87 juta lebih.

“Kalau di dinas kami sendiri seperti pajak perhotelan, rumah makan, dan pajak reklame, alhamdulillah yang masuk sudah Rp 289 juta lebih, dari target Rp 3 miliyar,” ucapnya.

Untuk itu, potensi-potensi PAD saat ini kami masih terus genjot demi kelangsungan pembangunan di Kabupaten Konawe ini.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, dalam sambutanya sangat menyayangkan tidak hadirnya beberapa camat dalam rapat evaluasi PAD tersebut.

Menurut Gusli, rapat itu adalah momen paling penting untuk membahas bagaimana cara untuk meningkatkan PAD tersebut.

Baca Juga :

“Camat Routa, Latoma, Konawe, Besulutu, dan Camat Unaaha yang tidak hadir dalam rapaf evaluasi ini akan menjadi teguran keras kami karena tidak memperhatikanya. Tolong pak Sekda beri teguran tegas kepada camat-camat yang tidak patuh dengan aturan,” kesalnya. Menurutnya, bagaiamana pembangunan di Konawe bakal pesat dan berjalan sesuai visi misi bupati, kalau pajak saja sudah tidak di perhatikan. Pemerintah mau ambil anggaran dari mana untuk pembangunan infrastruktur kalau bukan dari PAD.

“Kalau terus-terusan PAD kita ini merosot seperti ini, apa yang akan kita andalkan untuk pembangunan Konawe kedepanya,” tegas Gusli dihadapan seluruh OPD lingkup pemkab Konawe dan Para camat se Konawe.

Ia juga berpendapat, biarpun hebatnya visi misi Bupati Kery Saiful Konggoasa, kalau PAD nya tidak diperhatikan mulai dari kecamatan hingga ke pajak lainya, maka tidak bakalan terwujud apa yang namanya visi misi itu.

“Jika maindset berfikir kita saat ini masi menggunakan pola lama, maka jangan mengharap kesuksesan. Yang seharusnya pekerjaan itu bisa diselesaikan 1 hari, tetapi karena masih menggunakan pola pikir lama, maka pekerjaan itu diselesaikan 1 bulan. Inilah yang akan membuat kita akan tertinggal jauh dari daerah-daerah lain,” pungkasnya. (A)