Reporter : Mumun
WANGGUDU – Rusak akibat banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), beberapa waktu lalu membuat dua gedung SD dan satu SMP rencananya akan direlokasi ketempat yang lebih aman dari banjir.
Untuk pembangunan tiga sekolah itu, oleh Dinas Pendidikan Nasional Konawe Utara masih menunggu selesainya pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2019 ini.
“Kita masih akan menunggu APBD Perubahan, karena pembangunannya kita usulkan. Karena itu sarana yang menjadi prioritas disektor pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Konut, Lapeha, Kamis (25/7/2019).
BACA JUGA :
- Turnamen Futsal SD 84 Kendari Cup 1 Jadi Ajang Pencarian Bakat Atlet Cilik
- Dua Tahun Gubernur ASR Memimpin Sultra, FPKPK Soroti Kinerja Pemerintahan
- 43 Calon Advokat Sultra Sukses Adu Kompetensi di UKDPA KAI, Andri Darmawan : Ini Gerbang Wajib Menuju Profesi Advokat
- Mukhtar Rangkap Jabatan, Gubernur Sultra Tunjuk Plt Kadis Dikbud
- Gubernur Sultra Rotasi Kepala SMA, Kepsek SMA 4 Kendari di Mutasi Ke Soropia, Ini Daftar Lengkapnya
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
Menurut Lapeha, selain instansinya memasukan pembangunan tiga sekolah ini di APBD Perubahan. Instansinya juga juga mengusulkan di pemerintah pusat.
“Tiga sekolah ini sudah masuk usulan di pemerintah pusat, siapa tau ini bisa masuk di APBN P karena ini bencana alam,” ujarnya.
Lapeha menyebutkan, tiga bangunan sekolah yang akan direlokasi adalah SD 8 Andowia bertempat di Desa Puusuli Kecamatan Andowia, SD 9 Asera dan SMP 1 Asera bertempat di Desa Tapuwatu Kecamatan Asera.
“Untuk SD Tapuwatu dan SD Puusuli kita masih mencari tempat, tapi kita upayakan pembangunannya kita mengikut sama kampung yang direlokasi. Dimana kampung itu di relokasi maka disitu kita akan bangunkan gedung sekolah,” tutup Lapeha. (B)
