oleh

Saat Reses, Anggota DPD RI dan Gubernur Aceh Bahas Warganya yang Meninggal di Malaysia

Aceh Tamiang – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh berada di Aceh Tamiang dalam rangka kunjungan kerja untuk penyerapan aspirasi di masyarakat dan daerah terkait pelaksanaan Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Sabtu lalu,(28/10).

Di Aceh Tamiang, Haji Uma mengunjungi Kampung Tangsi Lama Kecamatan Seuruwey untuk bertemu dengan stakeholder dan unsur tokoh masyarakat setempat. Disela kegiatan tersebut, pada waktu bersamaan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf juga berkunjung ke lokasi yang sama dalam rangka melakukan peninjauan pembangunan salah satu jembatan dengan sumber anggaran dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

Akhirnya, mereka berdua pun bertemu dan berbincang. “That payah ta meurumpok droe neuh,” celetuk Haji Uma dalam bahasa Aceh yang membuat Irwandi Yusuf ikut tertawa.

Lalu Irwandi Yusuf sambil tersenyum bertanya, “nyoe soe ilee?,” lantas masyarakat yang hadir menjawab kalau ini adalah Haji Uma. “Ka ubeut lagoe, sang-sang awai raya panyang,” sambung Irwandi yang disambut gelak tawa masyarakat.

Dihadapan Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Aceh, Mulyadi Nurdin, Haji Uma menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan reaksi cepat Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Sosial Provinsi dalam menangani pemulangan jenazah warga Aceh yang bekerja diluar negeri. Termasuk kasus almarhum M. Zubir, warga Aceh Jaya yang baru ini meninggal di Malaysia akibat ditembak orang tak dikenal.

Haji Uma menyebutkan bahwa dalam kasus M. Zubir, dirinya ikut membantu keluarga korban untuk menelusuri kebenaran informasi melalui komunikasi dengan berbagai unsur di Malaysia. Selain itu, komunikasi juga terbangun dengan Kepala Dinas Sosial, Alhudri dan Rahaya Hanum, Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS). Haji Uma menilai Dinas Sosial Provinsi Aceh sangat pro aktif dengan melakukan tindak koordinasi dengan KJRI di Malaysia.

“Reaksi cepat Pemprov Aceh dalam menangani kasus M. Zubir, harus diapresiasi,” ujar Haji Uma.

Terkait pertemuan dengan Irwandi Yusuf, Haji Uma menyebutkan sebagai yang pertama sejak Irwandi menjabat sebagai Gubernur Aceh. Namun Gubernur Aceh ini bukan sosok asing baginya.

“Bagi saya, beliau bukan sosok asing, jauh sebelumnya kami pernah bersama terlibat dalam film promosi JKA,” ungkap Haji Uma.

Dalam kesempatan tersebut, Sebenarnya Haji Uma berharap dapat berdialog lebih jauh terkait solusi kebijakan bagi masalah tenaga kerja Aceh di Malaysia. Namun karena gubernur memiliki jadwal padat dan dirinya juga punya agenda kerja tersendiri, maka harapan itu tidak terkabul.

Untuk itu, Haji Uma sudah berkomunikasi dengan Kabiro Humas Pemprov Aceh, Mulyadi Nurdin untuk kemungkinan mengatur agenda pertemuan secara khusus dalam waktu dekat kedepan.

Liputan: Redaksi

Terkini