BOMBANADAERAH

Safari Ramadan di Bombana, Wagub Sultra Tekankan Nilai Takwa dan Kepedulian Sosial

95
Wakil Gubernur Sultra Hugua memberikan tausiyah dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nur Iman, Kabupaten Bombana, Rabu (4/3/2026).

BOMBANA, MEDIAKENDARI.COM – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan dengan mengunjungi Masjid Nur Iman, Kabupaten Bombana, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Rumbia tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah provinsi dan masyarakat.

Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi momentum ibadah bersama, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Dalam tausiyahnya, Hugua menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus upaya memperkuat ukhuwah dan komunikasi antara pemerintah dan warga.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan nilai-nilai spiritual serta kebersamaan masyarakat.

“Pembangunan tidak cukup hanya melalui kebijakan dan program kerja. Ia juga harus didukung oleh doa, akhlak, serta semangat kebersamaan agar memberikan keberkahan dan keadilan bagi masyarakat,” ujar Hugua di hadapan jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bombana, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian dan perkebunan, hingga pertambangan. Potensi tersebut diharapkan dapat dikelola secara bertanggung jawab sehingga mampu memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.

Selain itu, Hugua mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk melatih pengendalian diri serta memperkuat kualitas spiritual. Puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana menjaga sikap, lisan, serta perilaku agar terhindar dari fitnah maupun ujaran kebencian.

Ia menambahkan, penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang sehat. Jiwa yang bersih diyakini akan melahirkan sikap jujur, amanah, serta tanggung jawab dalam menjalankan berbagai peran di masyarakat.

“Jika nilai-nilai kejujuran dan amanah terjaga, maka pelayanan publik maupun kebijakan yang dijalankan akan lebih adil dan membawa manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Wakil Gubernur Sultra juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengelola kebutuhan selama bulan Ramadan, termasuk dalam berbelanja bahan pokok.

Ia mengingatkan agar masyarakat membeli kebutuhan secukupnya, menghindari penimbunan, serta tetap menjaga semangat berbagi kepada sesama. Sikap tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus menekan potensi inflasi di wilayah Sulawesi Tenggara.

You cannot copy content of this page

You cannot print contents of this website.
Exit mobile version