KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (Fatik) IAIN Kendari menyampaikan kritik terhadap penanganan aksi masyarakat dan mahasiswa di Kabupaten Bombana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataan resminya, SEMA Fatik menilai pengamanan aksi oleh aparat kepolisian berlangsung secara berlebihan dan memicu ketegangan di lapangan. Mereka juga menyoroti adanya dugaan pembubaran paksa, intimidasi, hingga tindakan fisik terhadap salah satu peserta aksi.
Ketua SEMA Fatik IAIN Kendari, Syahril, menyatakan bahwa aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara konstitusional.
“Setiap bentuk intimidasi atau kekerasan terhadap mahasiswa dan warga yang menyampaikan aspirasi merupakan preseden yang kurang baik bagi demokrasi. Penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi,” ujar Syahril dalam keterangannya.
SEMA Fatik mendesak agar dilakukan evaluasi secara institusional terhadap penanganan aksi tersebut guna memastikan prosedur pengamanan berjalan sesuai dengan prinsip profesionalitas dan penghormatan terhadap hak asasi.
Ia juga mengimbau mahasiswa dan masyarakat sipil untuk tetap kritis namun tetap mengedepankan cara-cara konstitusional dalam mengawal berbagai persoalan publik.
“Tindakan ini perlu dievaluasi secara kelembagaan. Di sisi lain, mahasiswa dan masyarakat sipil harus tetap kritis serta konstitusional dalam mengawal isu ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya menghubungi pihak kepolisian untuk memperoleh klarifikasi resmi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
(C)
Laporan: Ahmad Mubarak
