KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Sebanyak 850 mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari mengikuti kegiatan Penguatan Kesantrian Mahasiswa Baru yang digelar di Ballroom IAIN Kendari, Sabtu (15/10/2025).
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pada hakikatnya adalah santri.
“Mahasiswa IAIN Kendari dan mahasiswa PTKIN di manapun berada adalah santri. Ketika kalian memilih bergabung di PTKIN, berarti kalian berada di kampus Islam. Karena itu, kalian harus menampilkan perilaku islami dan menyesuaikan diri dengan kultur kampus,” tegasnya.
Rektor menyampaikan bahwa tradisi pesantren tercermin dalam sistem pendidikan di IAIN Kendari. Para dosen adalah ahli dalam bidang keagamaan seperti Al-Qur’an, tafsir, hadis, serta ilmu-ilmu keislaman lainnya, dengan kualifikasi akademik yang mumpuni.
“Kurikulum kita didominasi kajian keislaman. Meski terdapat mata kuliah umum, semuanya tetap dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Di kampus ini kita mengajarkan akhlak islami, kurikulum islami, serta adab dalam berinteraksi dengan guru dan dosen,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPT Ma’had Al-Jami’ah, Dr. Danial, Lc., M.Yh.I menyampaikan bahwa kesantrian bukan sekadar identitas, melainkan manhaj hidup yang membentuk akhlak, kedisiplinan, kecintaan terhadap ilmu, serta karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga luhur dalam perilaku.
“Melalui kegiatan ini, Ma’had berkomitmen mencetak generasi yang alim dalam ilmu, halus adabnya, teguh komitmen keagamaannya, dan siap berkontribusi bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan,” tegasnya.
Dr. Danial juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Forum Ma’had se-Indonesia yang turut memberikan penguatan dan inspirasi, sekaligus memperkuat jejaring nasional Ma’had Al-Jami’ah. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Rektor atas dukungan penuh terhadap pengembangan Ma’had sebagai pusat pembinaan karakter mahasiswa.
Di akhir acara, mahasantri baru diajak untuk menjadikan Ma’had sebagai ruang tumbuh dan menempa diri.
“Ma’had adalah rumah kedua bagi kalian, tempat belajar dan menanamkan nilai kehidupan. Jadikan kesempatan ini sebagai awal untuk menjadi santri-cerdas, santri-beradab, santri-moderat, dan santri-berprestasi, “ tutupnya.
Laporan: Yoni
