oleh

Sengketa Lahan dan Penembakan Warga Konsel, HMI Kendari Tuntut IUP PT GMS Dicabut

KENDARI – Insiden penembakan yang dialami Sarman (35), warga Desa Tue-Tue Kecamtan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat kencaman dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari.

Ketua HMI Cabang Kendari, Arsadam Moita mengatakan, kasus sengketa lahan PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) yang mengakibatkan warga tertembak oleh seorang oknum yang tidak bertanggung jawab kini telah menjalani perawatan di RS Bahteramas Kendari.

“Kami sinyalir adanya kongkalikong yang dilakukan oleh pihak pengamanan dan perusahaan, untuk melakukan kriminalisasi terhadap warga yang melakukan penghalangan alat berat yang ingin masuk di area pertambangan,” kata Arsadam saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Senin (15/01/2018).

Sebenarnya lanjut dia, area eksplorasi perusahaan masih berstatus quo karena bersengketa hukum yang belum selesai dan masih menunggu putusan dari pada proses banding di Mahkamah Agung dan mengapa tambang tersebut masih beroperasi juga.

[Baca Juga:LMND Sultra Kecam Penembakan Seorang Warga Konsel Soal Sengketa Lahan Tambang]

“Kami meminta agar Plt Gubernur dan Bupati Konsel mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT GMS yang telah melakukan tindakan semena-mena kepada salah satu warga,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihak Kepolisian jangan terkesan melakukan pembiaran, karena pada saat peristiwa penembakan terjadi pihak pengamanan yang seharusnya mampu meredam konflik, sehingga dapat  menengahi permasalahan saat dilapangan.

“Kepolisian harus segera melakukan penyelidikan atas kasus penembakan yang terjadi pada Sarman, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Reporter: Ruslan
Editor: Kardin

Terkini