oleh

Sepanjang 2017 Griya Tiwi Baruga Telah Bangun 70 Unit Rumah Subsidi yang Berkualitas dan 200 Pemesanan

KENDARI – Walaupun masih baru, Griya Tiwi Baruga sebagai pembangun rumah bersubsidi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) telah berhasil mengadakan rumah sebanyak 70 unit dan sudah mencapai 200 unit pemesanan.

Direktur Griya Tiwi Baruga, Syahrudin Ashar mengungkapkan, sepanjang 2017 Griya Tiwi Baruga telah membangun sebanyak 70 unit rumah subsidi yang berkualitas.

“Jadi, kami mulai membangun itu dari Bulan September 2017 yang lalu. Perumahan subsidi yang kami tawarkan sangat berkualitas dari segi ketahanan bangunan, sehingga banyak masyarakat yang menginginkan perumahan subsidi Griya Tiwi Baruga,” ujar Ashar melalui telepon selularnya, Sabtu (30/12).

Pramuka

[ Baca juga: Perumahan Griya Tiwi Baruga Tawarkan Perumahan dengan Uang Muka 0 Persen ]

Dikatakan, hingga saat ini user yang telah mendaftar untuk Kredit Perumahan subsidi sudah mencapai 200 unit. Angka tersebut sudah melebihi dari target pada tahun ini dan untuk target tahun depan tentunya akan lebih meningkat lagi.

“Adapun target 2018 akan bangun rumah subsidi sebanyak 500 unit untuk rumah subsidi FLPP, dengan luas lahan Griya Tiwi Baruga seluas 15 hektar atau bisa menampung 1000 unit rumah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, untuk program yang diberikan betul-betul fokus pada kualitas dan desain perumahan yang menarik. Pihaknya memberikan rumah subsidi kualitas mewah bagi masyarakat yang sangat butuh rumah dan tetap memberikan uang muka 0 persen dengan biaya akad suka-suka.

“Uang muka 0 persen dan pembayaran biaya akad suka-suka itu untuk memaksimalkan target yang akan dicapai,” paparnya.

Katanya, user yang memiliki rumah subsidi Griya Tiwi Baruga dari berbagai kalangan antara lain kalangan karyawan 40 persen, PNS 20 persen dan kalangan usaha sebanyak 35 persen.

Olehnya itu, dirinya mengimbau perbankkan agar betul-betul mendukung berjalannya perumahan subsidi, terutama bagi usaha UKM harus betul-betul diperhatikan karena mereka sangat menginginkan rumah tetapi berat untuk terkaver di perbankan.

“Saya berharap perbankkan betul-betul mendukung, begitu pula PLN dan BPN/Pertanahan untuk sertifikat, terutama perizinan untuk kita bersama-sama mencapai program satu juta rumah dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini