oleh

Soal Dugaan Suap Pembelian Lahan, Perum Perumnas Harus Harus Tanggung Jawab

KENDARI – Puluhan massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam Konsorsium Lembaga Pemerhati Anti Korupsi berunjuk rasa terkait dugaan kasus penyalahgunaan uang negara dan suap yang melibatkan petinggi Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas).

Unjukrasa terjadi setelah masa aksi menduga adanya suap dan penyalahgunaan keuangan negara yang melibatkan petinggi Perum Perumnas dari pusat hingga daerah dalam proses pembelian lahan yang dilakukan secara terstruktur untuk melakukan proses deal pada lokasi yang dimiliki, Alex Sander Sanjaya.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Koordinator Lapangan Aksi, Sidik Muharam, (5/10)

“Kami menduga adanya suap terkait pembelihan lahan di Desa Ranooha Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan untuk pembangunan Perumahan Nasional,” ujarnya.

Sidik Muharam juga mengatakan, lahan milik Alex Sander Sanjaya, yang seluas sekitar 38 Hektar agar mengklarifikasi kembali penjualan lahan sebesar 30 Ribu Rupiah per meter.

“Jadi harus di Klarifikasi ulang penjualannya menjadi 65 Ribu Rupiah per meter,” Jelasnya.

Lanjut Sidik Muharam dalam orasinya, mengatakan kepada pihak Perum Perumnas agar dapat bertanggung jawab atas keterlibatnnya terhadap indikasi dugaan suap serta penyalahgunaan keuangan negara pembelian lahan didesa Ranooha Kec. Ranomeeto Kab. Konawe Selatan

“Perum Perumnas Sultra harus bertanggung jawab dan kami juga mendesak kepada Kejaksaan Tinggi Sultra untuk segera melakukan penyidikan atas kasus tindak pidana korupsi pembelian lahan tersebut,” pungkas.

Untuk diketahui, unjuk rasa dilakukan di tiga titik yaitu di Kantor Pemilik lahan Media Cetak foto Gaya Baru Jalan Martandu yang dilanjutkan ke Kantor Cabang Perum Perumnas Sultra di Perumahan Poasia terakhir di Kantor Kejaksaan Tinggi Sultra.

Reporter: Samsul
Editor: Kardin

Terkini