oleh

Stok BBM di Konut Didistribusi ke Sulteng Dengan Harga Mahal

WANGGUDU– Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) pasca gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng), tidak hanya dirasakan masyarakat di daerah itu, tetapi kesulitan untuk mendapatkan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga dirasakan Masyarakat Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kelangkaan BBM di Konut dikarenakan jatah untuk pengecer dilarikan ke Sulteng dengan harga yang tinggi Rp.50 ribu hingga Rp.100 ribu perliter. Sehingga dengan kondisi tersebut warga Konut mengaku kesulitan memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Karena kelangkaan BBM ini juga, dimanfaatkan para pengecer dengan menaikan harga BBM demi mendapatkan keuntungan.

Saiful, Warga Laumoso, Kecamatan Landawe mengatakan, kenaikan harga bensin di tingkat pengecer telah terjadi dua hari terakhir ini. Menurut dia, pengecer terpaksa menaikkan harga karena mulai kesulitan mendapatkan pasokan BBM.

Kata dia, BBM jenis bensin di kampungnya menjadi langkah. Bahkan kalaupun bensin itu ada, namun harganya sudah berbeda dengan harga sebelumnya, dimana dari Rp.10 ribu perliter, sekarang warga harus membeli sekitar Rp.12 ribu hingga Rp.20 ribu perliter.

“Dengan adanya kelangkaan BBM masyarakat resah, sebab harganya tidak normal lagi bahkan BBM tersebut langka. Kita justru beli dengan harga Rp.12.000 sampai 20.000 per liter, padahal harga normalnya hanya Rp.10.000,” keluhnya.

Kondisi ini juga dikeluhkan warga lainnya, Ahmad, kata dia, awalnya harga BBM di Pertamina masih normal bahkan tidak ada himbauan yang dikelutakab bahwa BBM akan naik.”malam kemarin saya mengisi bensin di Pertamina harganya masih normal, tapi saya liat juga sudah banyak mobil mengantri BBM bahkan mengisi dengan menggunakan jerigen. Tapi harapan kita, harga bensin di pengecer bisa normal kembali dan tidak ada lagi oknum yang memainkan harga ,”tuturnya. (b)

Reporter: Ajis


Terkini