Kadis DKP Konawe Mudianto, SE, MM. (Foto : Jaspin/Mediakendari.com/A)

DKP Konawe Terbitkan 2000 Kartu Kusuka Untuk Nelayan

Reporter : Jaspin

Editor : Kang Upi

UNAAHA – Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, saat ini tengah gencar membagikan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) ke nelayan.

Kartu kusuka ini memiliki manfaat bagi pemiliknya di antaranya yaitu sebagai kartu tanda pengenal, syarat pembuatan asuransi dan bantuan.

Kepala Dinas DKP Konawe Mudianto, SE, MM menjelaskan kartu Kusuka merupakan pengganti dari kartu nelayan yang pernah diberikan kepada nelayan kecil yaitu mereka yang memiliki kapal dibawah 10 gross ton (GT).

Namun, kata Mudianto, Kementerian Kelautan Perikanan memperluas cakupan dan manfaat kartu tersebut secara terpadu dengan sejumlah program lainnya.

“Kartu Kusuka tentu ada manfaatnya, seperti sebagai pengenal diri, syarat ketika ada bantuan dan asuransi serta bisa dipakai untuk kartu ATM,” kata Mudianto di ruang kerjanya, Kamis (23/5/2019).

Saat ini, lanjutnya, tidak hanya nelayan saja, akan tetapi semua orang yang berusaha dibidang perikanan akan mendapatkan kartu Kusuka. “Untuk itu kita terus melakukan sosialisasi kepada mereka yang masuk kriteria dan kami juga melakukan jemput bola,” tuturnya.

Mudianto yang akrab disapa Asep ini juga menjelaskan, kartu Kusuka kini menjadi salah satu syarat yang wajib ada untuk para nelayan jika ingin mendaftarkan asuransi jiwa yang dibiayai pemerintah.

Namun diakuinya, setelah bermigrasi dari kartu nelayan ke Kusuka, ada penurunan pencetakan kartu asuransi jiwa gratis, dimana tahun 2017 lalu hingga tahun 2019 ini, sudah tercetak sebanyak 2000 kartu.

“Ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2017, kita mencetak 5.180, tahun 2018 ada 6.567 dan saat ini menurun drastis akibat migrasi ke kartu Kusuka,” katanya.

Dia menambahkan dari awal pembuatan sampai dengan akhir Oktober 2018, hingga saat ini telah menerbitkan sebanyak 2000 kartu Kusuka, namun itu tentu masih sangat sedikit dibandingkan dengan para nelayan dan pelaku usaha kelautan.

Dia mengaku ada kendala untuk pembuatan kartu Kusuka, karena semua data harus dimasukan kedalam satu server yang terpusat di Jakarta. “Tentu sangat menyusahkan, karena terkadang ketika kita mengunggah data server kemudian error,” katanya. (A)

error: Content is protected !!