Puluhan keluarga calon jamaah asal Konawe yang gagal diberangkan ke tanah suci berusaha masuk ke dalam Bandara Haluoleo, pada Minggu (24/2/2019). Untuk menemui Hidayat selaku penanggungjawab Travel Nurhasanah.

Gagal ke Tanah Suci, Puluhan Calon Jamaah Umroh Asal Konawe Mengamuk di Bandara

Editor : Def

KENDARI – Suasana bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (24/2/2019) malam tiba-tiba memanas, sejumlah calon jamaah umroh asal Kabupaten Konawe mengamuk di bandara karena gagal diberangkat ke tanah suci melalui perusahaan jasa perjalanan umroh dan haji Travel Nurhasanah.

Iklan kONAWE

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sebanyak 16 orang calon jemaah dijanjikan akan diberangkatkan pada Minggu malam, namun pada pukul 17.45 wita pihak bandara mengkonfirmasi bahwa para jemaah tidak bisa melakukan penerbangan menuju Makassar dengan alasan tidak ada tiket untuk mereka.

Saat itulah suasana langsung memanas, sejumlah Jemaah terlihat histeris karena mereka sudah keempat kalinya dijanjikan untuk diberangkatkan ke tanah suci. Padahal para Jemaah ini sudah menyetor uang Rp.26,5 juta, para keluarga yang tidak terima dengan hal itu langsung mengamuk, mereka mendesak pihak bandara untuk mengeluarkan dua orang penanggungjawab yang selalu menjanjikan keberangkatan mereka yakni Hidayat dan Hj. Hasnawati.

Para keluarga jamaah yang memaksa masuk ke dalam bandara hendak menemui dua penanggungjawab tidak diizinkan masuk oleh petugas bandara, saat itu terjadi adu mulut bahkan para keluarga korban nyaris terlibat adu jotos dengan petugas bandara yang tetap tidak mengizinkan masuk.

Namun situasi ini bisa dikendalikan setelah petugas Polsek Ranomeeto membawa Hidayat dan Hj. Hasnawati ke kantor Polisi untuk diamankan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Bahkan pada saat keduanya keluar bandara, keluarga korban yang sudah terlanjur sakit hati berusaha mengejar Hidayat dan Hj. Hasnawati untuk dihakimi, tapi keduanya langsung bergegas mengamankan diri ke dalam mobil patroli polisi.

Setelah diamankan di Polsek Ranomeeto, polisi berusaha memediasi kedua belah pihak agar permasalahan ini bisa diselasaikan dengan cara kekeluargaan. Saat itu, para jamaah butuh kejelasan dan meminta uang Rp.26,5 juta yang mereka setor melalui Hj. Hasnawati untuk segera dikembalikan.

Tapi Hidayat dan Hj. Hasnawati sudah tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan alasan uang yang mereka setor telah dikirim ke Travel Nurhasanah yang berada di Makassar yang dikelolah oleh Hj. Andriyani. Karena tidak adanya jaminan pengembalian uang para korban, pihak Polsek Ranomeeto menyarankan kepada jamaah untuk melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Konawe untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu keluarga jamaah yang merahasiakan identitasnya mengaku, pengurusan pemberangkatan calon jamaah ini terjadi sekitar tiga bulan lalu, saat itu masing-masing jamaah menyetorkan uang Rp.26,5 juta kepada Hj. Hasnawati selaku koordinator di Kabupaten Konawe, dalam penyetoran itu Hj. Hasnawati tidak memberikan bukti penyetoran bahkan menandatangani bukti penyetoran pun tidak.

“Berdasarkan video yang diupdate di grup WA, pemilik Travel ibu Hj. Andriyani membuat pernyataan jika dirinya akan bersedia mengembalikan uang para calon jamaah seutuhnya, jika tidak jadi berangkat pada 24 Januari lalu, nah sementara ini sudah Februari. Dan untuk menyenangkan hati para Jamaah pak Hidayat memposting bahwa pada 24 Februari jamaah sudah akan diberangkatkan, mereka disuruh ke bandara tapi ujung-ujung para jamaah ini dibohongi terus menerus seperti ini,” katanya saat di Bandara Haluoleo, Minggu (24/2/2019) malam.

Dalam peristiwa itu, baik Hidayat maupun Hj. Hasnawati melakukan peran yang berbeda, Hidayat bertangungjawab dalam pemberangkatan, karena dirinya mengaku yang mengurusi visa hingga tiket penerbangan para jamaah, bahkan untuk meyakinkan para Jamaah dan keluarganya, Hidayat membuat grup Whatsapp dengan tujuan bisa mengupdate hari keberangkatan para Jamaah.

Sementara Hj. Hasnawati berperan sebagai koordinator di Konawe mengumpulkan uang yang disetor para calon Jamaah. Selaku koordinator, Warga Kelurahan Kasipute Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe itu mendapatkan fee sekitar Rp 4 juta perorang.

Ansor, salah seorang petugas bandara bagian pengepakan barang mengaku, mengenal Hidayat karena sudah sering kali memberangkatkan calon Jamaah Umroh beberapa kali. Kata dia, pada hari ini, sekitar pukul 15.00 wita dirinya bertemu Hidayat di bandara dan dikonfirmasikan untuk segera mengurus barang-barang para calon Jamaah.

“Pak Hidayat bilang ke saya untuk mengurus barang-barang calon jamaah untuk segera dikemas, sementara dirinya bilang mau uruskan tiket dulu. Saya pun langsung mengambil barang-barang calon Jamaah, lalu dimasukan ke dalam bandara. Tapi setelah tahu mereka tidak jadi berangkat, maka barang mereka kita kembalikan lagi ke pemiliknya,” terangnya.

error: Content is protected !!