Iklan PDI-P

Kena Wazir Akut, Fajar Butuh Sumbangan Darah AB Untuk Perawatan di RSUD Muna

Reporter : Erwino

Iklan PT Luwu

Editor : Kang Upi

RAHA – Tak ada lagi keceriaan di wajah Nur Fajar (5), saat mediakendari.com menyambanginya di ruang Anggrek 2 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha, Minggu (9/12/2018).

Yang ada di wajah bocah mungil asal Lombe, Kecamatan GU, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) ini, hanya erangan kesakitan. Serta selang dari hidung yang menjuntai dari tabung oksigen.

Wajar saja, sudah 13 hari si Fajar kecil harus berjuang dengan sakitnya. Dan hingga kini, kesembuhannya masih berada di ujung harap dan doa siapa saja yang menjenguknya.

Hari ini, adalah hari keempat Fajar dirawat di RSUD Raha. Selama sakitnya ini, Fajar hanya ditemani Sang Nenek, Wa Labi, beserta tiga orang tetangga, karena kedua orangtua Fajar tengah merantau ke Ambon, sejak setahun lalu.

Berdasarkan penuturan Wa Labi, sakit yang diderita Fajar awalnya hanya Wasir. Karena keterbatasan biaya, penyakit yang didera Fajar ini hanya diobati seadanya.

Sempat didiagnosa sembuh. Tapi ternyata, penyakit yang menyerang anus Fajar malah lalu menjadi semakin parah, dan mengeluarkan darah juga lendir saat BAB.

“Karena sakitnya itu, saya langsung bawa ke Puskesmas GU. Tapi peralatan medis disana kurang lengkap, akhirnya dirujuk ke RS Raha atas permintaan temannya bapaknya karena mau dibawa ke Bau-bau tapi biaya terbatas dan tidak ada keluarga yang menemani,” akui Wa Labi saat ditemui di RSUD Raha.

Keterbatasan biaya memang jadi kendala yang dihadapi Nenek sepuh ini. Bahkan untuk mengantarkan cucu kesayangannya berobat, ia dibantu oleh seorang sopir angkutan.
“Waktu kita tiba di Raha, untung sopir mobilnya tidak meminta ongkos,” tuturnya.

Dengan kondisi ini, Ia mengaku sedikit tertolong dengan status pasien cucunya yang terdaftar di BPJS. Namun demikian, ia masih membutuhkan bantuan dari para dermawan, khusus pendonor darah golongan AB, untuk cucunya itu.

Menurut Wa Labi, sebagaimana disampaikan oleh paramedis yang merawat cucunya itu, bahwa untuk perawatan dibutuhkan sekitar 5 kantong darah golongan AB.

Akibat sakitnya ini, diduga mempengaruhi kadar Hemoglobin (HB) Fajar yang membuatnya menurun, hanya 2,5. Hal inilah yang menyebabkan wajah dan tubuhnya pucat dan pipinya membengkak.

“Sekarang ini kami sangat berharap adanya bantuan dari orang-orang dermawan yang ingin mendonorkan darahnya, dan juga semoga ada bantuan dari pemerintah,” ungkapnya sendu.

Olehnya itu, bagi siapa saja yang memiliki golongan darah AB, diharapkan dapat memberikan bantuan bagi si kecil Fajar, untuk dapat menjalani perawatan agar lekas sembuh dari sakitnya. (a)

Iklan Lapas konawe

Iklan Damri
error: Content is protected !!