Lurah dan Karang Taruna Ranoeya saat menyerahkan Bantuan

Peduli Korban Banjir, Lurah dan Karang Taruna Ranoeya Galang Bantuan Sosial

Konawe – Banjir yang melanda Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak 1 Juli 2019 lalu memporakporandakan hampir sebagian besar wilayah daratannya. Dan bencana tersebut  telah masuk zona bencana nasional.

Sejumlah korban meninggalkan rumah yang sudah direndam banjir. Dan tinggal di tenda-tenda posko pengungsian menunggu uluran tangan dari para tangan dermawan. Atas rasa keprihatinan itu, Pemerintah Kelurahan menggandeng organisasi kepemudaan Karang Taruna Kelurahan Ranoeya  secara swadaya turun menggalang bantuan untuk para korban banjir.

Lurah Ranoeya, Abidin S.Si mengatakan, pihaknya sengaja menginisiasi  menggalang bantuan dari masyarakat Kelurahan Ranoeya secara suka rela. Baik bantuan berupa materi maupun non materi.

“Alhamdulilah masyarakat sangat antusias membantu secara suka rela. Banyak yang datang mengantarkan sendiri bantuannya. Ada juga yang kita jemput atas permintaan dari warga yang bersangkutan,” paparnya usia menyerahkan bantuan, Kamis (13/6).

Bantuan yang disalurkan masyarakat setempat, kata dia,  ada yang berupa uang, bahan sembako, air mineral maupun pakain layak pakai. sejumlah bantuan itu memang yang saat ini paling dibutuhkan  bagi para korban banjir di Konawe.

Bantuan sosial tersebut berhasil mengumpulkan 7 karung beras, 13 dos indo mi, 21 air mineral dan 12 ball pakain layak pakai.

Bantuan yang telah terkumpul pun langsung dikemas dan disalurkan pada hari yang sama kepada para korban di posko korban banjir di tiga titik bencana wilayah terdekat yakni di Kelurahan Palarahi Kecamatan Wawotobi, Desa Korumba Kecamatan Anggotoa dan di Posko Kecamatan Wonggeduku Barat.

Baca Juga :

Ia berharap , bantuan yang disalurkan dapat membantu dalam kehidupan para korban sehari-hari.

Untuk di ketahui, banjir yang melanda Kabupaten Konawe telah merendam 17 kecamatan . Dan saat ini berjumlah 1.365 kk atau 4.095 jiwa yang sedang mengungsi tersebar di 35 titik posko pengungsian.

Sementara untuk rumah yang di rendam banjir sebanyak  3.252 kk atau 9.756 jiwa. Selain itu infrastruktur yang rusak berjumlah 3 unit jembatan penghubung, 6 kilomoter jalan usaha tani , 353.52 km jalan kabupaten, 64.54 km jalan provinsi dan  100 meter jalan nasional. Termasuk 2 unit bendungan.

3800 meter jaringan irigasi, 2000 meter tanggul, 21 unit tempat ibadah, 200 meter jaringan air bersi PDAM, 1 buah jaringan (tiang listrik PLN), 1 bangunan pasar. Serta 34 sekolah gedung SD dan 8 sekolah gedung SMP. Dilansir bencana banjir tahun ini yang melanda Konawe merupakan bencana banjir terbesar yang pernah terjadi. Sehingga banyak menarik perhatian dan keprihatinan masyarakat global.